BREAKING NEWS: Pelarian Berakhir! Eksekutor Jambret Berdarah di Halmahera Semarang Diringkus POLRESTABES SEMARANG

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SEMARANG– Tim Resmob Polrestabes Semarang berhasil menggulung komplotan jambret sadis yang tega membacok seorang wanita di kawasan Halmahera Raya, Semarang Timur. Setelah sempat buron, pelaku utama yang bertindak sebagai eksekutor akhirnya tak berkutik saat disergap petugas.

Drama pengejaran ini berakhir setelah polisi bergerak cepat memburu para pelaku yang identitasnya sempat viral di media sosial.

Joki (Pelaku 1): Pria berinisial DBS ditangkap lebih dulu di wilayah Mranggen, Demak, pada Senin (6/4). DBS diketahui sebagai pengendara motor saat aksi penjambretan terjadi.

Eksekutor (Pelaku 2): Sang eksekutor berinisial RIF ditangkap di Magelang pada Selasa (7/4) siang. RIF inilah yang melukai korban menggunakan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengonfirmasi penangkapan penuh tersebut. “Iya, semuanya sudah kita tangkap. Sementara masih kita dalami dulu,” tegasnya.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu pagi (5/4) sekitar pukul 06.45 WIB. Saat itu, korban berinisial ACH (31) sedang menjemput rekannya, YH (30) untuk berangkat ke gereja.

Saat menunggu di depan rumah, tiba-tiba dua pria asing mendekat dan memaksa meminta dompet serta ponsel milik ACH. Melihat rekannya dalam bahaya, YH berusaha memberikan perlawanan untuk membantu.

Naas, pelaku RIF yang membawa senjata tajam langsung mengayunkan pisaunya. YH mengalami luka sayat serius di bagian pelipis hingga pipi. Setelah melukai korban, kedua pelaku langsung tancap gas melarikan diri.

Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sebilah pisau yang digunakan RIF untuk melukai korban. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap apakah komplotan ini juga terlibat di TKP lain di wilayah Jawa Tengah.

Kini, warga Semarang bisa sedikit bernapas lega setelah pelaku aksi kekerasan jalanan yang meresahkan ini resmi berbaju oranye.

#TrendingJateng #SemarangUpdate #PolrestabesSemarang #KriminalSemarang #JatengHariIni

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Rental, Mahasiswa di Semarang Gelapkan Puluhan Sepeda Motor, Berakhir Di Amankan Polisi
Geram Tak Ada Tindakan dari Aparat, Warga Kertabesuki Brebes Robohkan Warung Penjual Obat Terlarang
Diduga Melibatkan Pemain Lama, Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Kudus Kembali Beroperasi
Diduga Aniaya Anggotanya, Pentolan Hipmi Jateng Berinisial TAT Dilaporkan ke Polda Jateng
Siasat Licik ACC Finance Semarang: Pinjam Kunci dan STNK Berdalih Gesek Fisik, Konsumen Dijebak Tanda Tangan Dokumen Tertutup
Warga Nolokerto Resah: Dugaan Penimbunan BBM Ilegal dan Limbah KIK Yang di Buang Di Pemukiman Padat Penduduk
VIIIRRAAALL! Dugaan Pelecehan Dosen UIN Walisongo Gegerkan Mahasiswa, Tim Investigasi Turun Tangan
JEJAK BUSUK PREDATOR BERJUBAH AGAMA: DIBERI ANGIN OLEH POLRESTA PATI, KINI SANG TERSANGKA MELENGGANG BEBAS
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:52 WIB

Modus Rental, Mahasiswa di Semarang Gelapkan Puluhan Sepeda Motor, Berakhir Di Amankan Polisi

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:28 WIB

Geram Tak Ada Tindakan dari Aparat, Warga Kertabesuki Brebes Robohkan Warung Penjual Obat Terlarang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:32 WIB

Diduga Melibatkan Pemain Lama, Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Kudus Kembali Beroperasi

Senin, 18 Mei 2026 - 13:45 WIB

Diduga Aniaya Anggotanya, Pentolan Hipmi Jateng Berinisial TAT Dilaporkan ke Polda Jateng

Senin, 18 Mei 2026 - 06:41 WIB

Siasat Licik ACC Finance Semarang: Pinjam Kunci dan STNK Berdalih Gesek Fisik, Konsumen Dijebak Tanda Tangan Dokumen Tertutup

Berita Terbaru