TRENDINGJATENG.COM – Kondisi rumah yang berantakan sering kali dianggap sekadar persoalan kebersihan. Namun, dalam filosofi Feng Shui, tumpukan barang dan ruangan yang tidak tertata diyakini dapat menghambat aliran energi positif (chi) yang dipercaya memengaruhi kenyamanan, keharmonisan, hingga keberuntungan penghuni rumah.
Salah satu ruangan yang paling mendapat perhatian dalam Feng Shui adalah kamar tidur. Ruang ini dipandang sebagai tempat memulihkan energi fisik dan mental setelah beraktivitas. Karena itu, kamar yang dipenuhi pakaian berserakan, barang menumpuk, atau jarang dibersihkan dipercaya dapat mengganggu keseimbangan energi di dalam rumah.
Selain kepercayaan Feng Shui, sejumlah pengamatan psikologis juga menunjukkan bahwa lingkungan yang berantakan dapat meningkatkan stres, mengganggu konsentrasi, dan memengaruhi suasana hati. Sebaliknya, ruangan yang rapi cenderung membuat seseorang merasa lebih tenang dan nyaman saat beristirahat maupun bekerja.
Dalam praktik Feng Shui, beberapa langkah sederhana yang dianjurkan antara lain:
Membersihkan dan merapikan kamar secara rutin.
Mengurangi barang yang sudah tidak digunakan.
Menata posisi tempat tidur agar terasa aman dan nyaman.
Memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan ruangan tetap baik.
Menghindari penumpukan barang yang membuat ruangan terasa sempit.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa Feng Shui merupakan filosofi tradisional asal Tiongkok dan bukan ilmu yang telah terbukti secara ilmiah mampu menentukan keberuntungan seseorang. Banyak prinsipnya, seperti menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan rumah, sejalan dengan konsep desain interior modern serta kebiasaan hidup sehat.
Dengan demikian, terlepas dari kepercayaan masing-masing, menjaga rumah dan kamar tetap bersih serta tertata rapi dinilai dapat memberikan manfaat nyata bagi kenyamanan, kualitas istirahat, dan kesehatan mental penghuninya.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











