JEPARA — Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di SPBN Bulu, Kabupaten Jepara, memicu keluhan dari para nelayan lokal. Sejumlah nelayan asal Ujung Batu dan Jobokuto mengaku kesulitan mendapatkan solar subsidi untuk operasional melaut, meskipun telah memiliki Kartu Nelayan yang sah.
Para nelayan menilai pelayanan di SPBN Bulu tidak adil. Mereka menduga ada oknum tertentu yang mendominasi alokasi solar bersubsidi, sehingga pasokan untuk nelayan kecil sering kali kehabisan.
Salah seorang nelayan berinisial K mengungkapkan kekecewaannya saat mencoba membeli solar di SPBN tersebut.
“Aku tuku solar kok gak dilayani. Malah sing dilayani mafia solar N & J sing berkuasa!” kata K.
Kondisi ini memaksa sejumlah nelayan kecil membeli solar dari pengecer dengan harga yang lebih tinggi agar tetap bisa melaut. Hal tersebut memicu pembengkakan biaya operasional yang dinilai sangat merugikan para nelayan.
Merespons permasalahan tersebut, para nelayan menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak terkait, antara lain:
1 . Menindak tegas oknum atau mafia solar yang diduga menyalahgunakan alokasi BBM bersubsidi.
2. Meningkatkan transparansi dalam proses penyaluran BBM di SPBN Bulu.
3 . Memprioritaskan pelayanan bagi nelayan asli yang memegang Kartu Nelayan resmi.
Para nelayan berharap Pemerintah Kabupaten Jepara, Dinas Perikanan, serta PT Pertamina segera turun tangan melakukan pengawasan dan menindaklanjuti dugaan penyimpangan ini agar penyaluran solar subsidi dapat kembali tepat sasaran.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











