Diduga Melibatkan Pemain Lama, Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Kudus Kembali Beroperasi

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Praktik penyalahgunaan dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar diduga kembali marak di wilayah Kabupaten Kudus. Berdasarkan laporan dan keluhan dari warga masyarakat, sebuah gudang yang berlokasi di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, ditengarai kuat menjadi markas aktivitas ilegal tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa penimbunan BBM bersubsidi ini diduga digerakkan oleh seorang pelaku bisnis gelap minyak berinisial AG (Aris Gawon), yang dikenal sebagai pemain lama dalam lingkaran peredaran BBM ilegal di wilayah tersebut. Setelah sempat meredup, aktivitas penimbunan ini dilaporkan kembali beroperasi secara terang-terangan.

Menurut keterangan warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, modus yang digunakan masih menggunakan pola lama, yaitu mengerahkan para pengangsu (pembeli solar subsidi skala kecil dengan armada roda empat yang sudah dimodifikasi) untuk menguras solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kudus dan sekitarnya.

“Aktivitasnya cukup meresahkan karena dilakukan secara berkala. Solar-solar dari para pengangsu itu kemudian dikumpulkan di gudang yang ada di Kecamatan Jati,” ujar seorang warga setempat.

Lebih lanjut, hasil investigasi dan laporan warga menduga kuat bahwa solar subsidi yang telah dikumpulkan secara ilegal tersebut tidak dikonsumsi sendiri, melainkan disetorkan atau dijual kembali ke pihak korporasi. Nama PT Rizqi Artha Sejahtera ikut terseret dan diduga kuat menjadi pihak penampung (funder atau pembeli) utama dari pasokan solar ilegal yang dikumpulkan oleh jaringan AG.

Tindakan penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi ini merupakan pelanggaran berat terhadap regulasi negara. Berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak, bahan bakar gas, dan/atau liquefied petroleum gas yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

Tidak hanya bagi pelaku penimbunan, pihak korporasi seperti PT Rizqi Artha Sejahtera yang diduga bertindak sebagai penadah atau penampung minyak ilegal tersebut juga dapat dijerat dengan pasal berlapis, termasuk ketentuan mengenai penadahan hasil kejahatan serta sanksi pidana korporasi yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.

Kembalinya beroperasi gudang penimbunan BBM ilegal ini memicu sorotan tajam dari berbagai pihak. Pasalnya, penimbunan solar subsidi tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga menyebabkan kelangkaan solar di SPBU yang langsung berdampak pada para sopir truk logistik dan nelayan kecil yang benar-benar membutuhkan.

Masyarakat mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Kudus dan Polda Jawa Tengah, segera turun tangan melakukan penggerebekan dan menindak tegas para aktor intelektual di balik jaringan ini, termasuk memeriksa keterlibatan PT Rizqi Artha Sejahtera secara transparan dan tuntas demi menegakkan hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penyelidikan atas dugaan gudang BBM ilegal di Kecamatan Jati tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur
407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot
TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang
Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi
Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan
Kangen Band Mendadak Dinyatakan Bubar, Dodhy Singgung Kezaliman Internal, Andika Mengaku Bingung
SPBN Bulu Jepara Disorot Nelayan, Penyaluran Solar Subsidi Diduga Dimonopoli Mafia BBM
Sidang Gardu Induk Jepara Memanas, Majelis Hakim Pertanyakan Data PLN dan Status Tanah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 07:49 WIB

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur

Selasa, 22 September 2026 - 02:24 WIB

407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot

Senin, 21 September 2026 - 10:44 WIB

TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang

Sabtu, 19 September 2026 - 07:23 WIB

Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi

Sabtu, 19 September 2026 - 02:40 WIB

Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan

Berita Terbaru