SEMARANG – Trending Jateng | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dengan menggagalkan dugaan upaya penyelundupan narkoba menggunakan modus pelemparan paket dari luar tembok lapas. Menyusul temuan tersebut, sistem pengamanan langsung diperketat untuk menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan pelaku.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa pagi ketika petugas tengah melakukan pengawasan kegiatan pertanian di area brandgang luar sisi utara lapas. Saat patroli berlangsung, petugas menemukan sebuah bungkusan mencurigakan yang diduga sengaja dilempar dari luar area lapas.
Setelah diperiksa, paket tersebut diduga berisi sekitar 300 butir obat keras jenis alprazolam, 45 butir yang diduga riklona, serta satu paket yang diduga sabu. Barang bukti tersebut selanjutnya diamankan dan masih menunggu proses pemeriksaan serta penimbangan oleh petugas berwenang untuk memastikan jenis dan beratnya.
Petugas juga menemukan batu kerikil di dalam bungkusan. Batu tersebut diduga sengaja dijadikan pemberat agar paket dapat melintasi tembok lapas dan jatuh tepat di lokasi yang telah ditentukan.
Sebagai langkah antisipasi, Lapas Kelas I Semarang segera meningkatkan patroli rutin di area brandgang dan lingkungan sekitar lapas, khususnya pada titik-titik yang dinilai rawan dijadikan jalur penyelundupan barang terlarang.
Tak hanya itu, pemeriksaan dan perawatan kamera pengawas (CCTV) dilakukan secara berkala, disertai penambahan perangkat CCTV di sejumlah area yang sebelumnya masih menjadi titik buta (blind spot), guna memperkuat pengawasan selama 24 jam.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa keberhasilan menggagalkan dugaan penyelundupan ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
“Lapas harus terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pengamanan agar berbagai upaya penyelundupan barang terlarang dapat dicegah sejak dini,” tegas Ahmad Tohari.
Trending Jateng menilai, upaya penyelundupan dengan modus pelemparan paket menunjukkan bahwa pelaku terus mencari celah untuk memasukkan barang terlarang ke dalam lapas. Karena itu, penguatan sistem pengamanan, pemanfaatan teknologi pengawasan, serta sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi langkah penting untuk menjaga lapas tetap steril dari peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.
Hingga berita ini diturunkan, barang bukti telah diamankan dan kasus tersebut masih dalam proses penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Sesuai asas praduga tak bersalah, seluruh barang yang ditemukan masih berstatus diduga sampai adanya hasil pemeriksaan resmi dari instansi terkait.
Penulis : Dian
Editor : Redaksi











