Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BOYOLALI – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Wonosegoro 2 di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, menjadi perhatian masyarakat setelah muncul keluhan terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan limbah di lokasi tersebut.

SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Bandung Wonosegoro dengan Ketua Yayasan Kumaidi itu diketahui melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 12 sekolah dan tiga desa dengan kapasitas sekitar 2.077 porsi setiap hari.

Berdasarkan penelusuran tim media pada Senin (3/8/2026), tim mendatangi lokasi untuk melakukan konfirmasi atas informasi yang berkembang mengenai dugaan pencemaran bau yang dikeluhkan warga sekitar.

Perwakilan SPPG, Faisal, membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait bau tersebut. Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali telah mendatangi lokasi untuk menindaklanjuti laporan warga dan mengambil sampel limbah guna dilakukan pengujian di laboratorium.

“DLH sudah datang ke sini dan sudah mengambil sampel untuk diuji di laboratorium. Namun sampai sekarang belum ada arahan atau instruksi kepada kami mengenai langkah yang harus dilakukan,” ujar Faisal kepada tim media.

Ia menjelaskan, pengelola telah membangun dan mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta melibatkan tenaga ahli di bidang pengelolaan limbah. Meski demikian, menurutnya, bau yang dikeluhkan warga masih belum dapat diatasi secara optimal.

Saat dikonfirmasi mengenai pembuangan akhir hasil pengolahan IPAL, Faisal menyampaikan bahwa air hasil pengolahan dialirkan ke saluran drainase atau selokan di tepi jalan yang berada di kawasan permukiman warga.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari pihak pengelola. Kesesuaian sistem pengelolaan limbah, termasuk mekanisme pembuangan hasil olahan IPAL, masih memerlukan verifikasi dari instansi teknis yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup.

Sejumlah warga berharap DLH Kabupaten Boyolali segera mengumumkan hasil uji laboratorium serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah di lokasi tersebut apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya langkah konkret agar operasional program pelayanan gizi tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak yang mengganggu lingkungan dan kenyamanan warga sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, DLH Kabupaten Boyolali belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan lapangan maupun hasil uji laboratorium atas sampel limbah yang telah diambil.

Tim media masih terus berupaya memperoleh konfirmasi dari DLH Kabupaten Boyolali dan instansi terkait lainnya sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan, hak jawab, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.

Tim Redaksi

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MBG di PAUD Cinta Bangsa Mijen Diduga Basi, Menjadi Sorotan Orang Tua Murid
Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur
407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot
TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang
Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi
Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan
Kangen Band Mendadak Dinyatakan Bubar, Dodhy Singgung Kezaliman Internal, Andika Mengaku Bingung
SPBN Bulu Jepara Disorot Nelayan, Penyaluran Solar Subsidi Diduga Dimonopoli Mafia BBM
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 07:27 WIB

MBG di PAUD Cinta Bangsa Mijen Diduga Basi, Menjadi Sorotan Orang Tua Murid

Selasa, 22 September 2026 - 07:49 WIB

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur

Selasa, 22 September 2026 - 02:24 WIB

407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot

Senin, 21 September 2026 - 10:44 WIB

TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang

Sabtu, 19 September 2026 - 07:23 WIB

Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi

Berita Terbaru