Jalan Rusak Tak Pernah Disentuh, Warga Bedono: Bupati Demak Gagal, Hanya Becus Umbar Janji!

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK, 28 Januari 2026– Pendidikan bagi anak-anak di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kini harus dibayar dengan nyawa. Setiap hari, para siswa sekolah dasar (SD) terpaksa bertaruh keselamatan demi mencapai tempat pendidikan di area Kantor Desa Bedono akibat jalur utama yang rusak parah dan terancam abrasi.

Perjalanan pulang-pergi sekolah telah menjadi momok menakutkan bagi anak-anak di pesisir ini. Jalur yang menghubungkan Dukuh Tambaksari dengan pusat desa kini tak lebih dari tumpukan puing yang rentan diterjang air laut.

Kondisi geografis yang terdampak rob membuat tubuh-tubuh belia ini harus berjibaku dengan gelombang air laut yang sewaktu-waktu bisa menerjang mereka saat melintas. Tanpa adanya tanggul atau jalan yang layak, risiko terseret arus menjadi ancaman nyata setiap detiknya.

Kondisi ini menyulut amarah warga setempat. Mereka menyatakan bahwa jalur tersebut sudah lama mengalami kerusakan parah, namun hingga kini tidak ada upaya perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Demak.

Warga secara terang-terangan melontarkan kritik pedas kepada pimpinan daerah saat ini. Mereka merasa sejak pergantian kepemimpinan, wilayah mereka seolah dianaktirikan dan tidak tersentuh pembangunan infrastruktur sama sekali.

“Semenjak ganti Bupati, jalan ini tidak pernah tersentuh perbaikan. Kami menganggap Bupati tidak becus memimpin Demak,” cetus salah seorang warga dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi, Selasa (27/1/2026).

Warga menilai pemerintah seolah abai terhadap keselamatan generasi muda di Desa Bedono. Ketimpangan pembangunan di area pesisir dibandingkan dengan pusat kota menjadi poin utama yang disoroti warga.

Kini, warga hanya bisa berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah sebelum terjadi korban jiwa. Mereka menuntut perbaikan akses jalan yang permanen agar anak-anak mereka dapat berangkat dan pulang sekolah dengan rasa aman, tanpa harus bertaruh nyawa di tengah kepungan rob dan gelombang laut.

Terlihat anak-anak sekolah dasar masih mengenakan seragam, menenteng tongkat untuk mereka jadikan alat keseimbangan dalam mereka menyusuri jalan yang rusak parah akibat tak ada pemeliharaan dan perbaikan dari pemerintah kab Demak..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Pelecehan Anak di Bawah Umur di Semarang Barat, Keluarga Pertanyakan Kelanjutan Proses Hukum
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik per 1 April 2026, Warga Diminta Tak Panik
Mahasiswa Undip Jadi Korban Pengeroyokan 30 Rekan Kampusnya, Polisi Naikkan Status Penyidikan
Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 06:56 WIB

Dugaan Pelecehan Anak di Bawah Umur di Semarang Barat, Keluarga Pertanyakan Kelanjutan Proses Hukum

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:34 WIB

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik per 1 April 2026, Warga Diminta Tak Panik

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:20 WIB

Mahasiswa Undip Jadi Korban Pengeroyokan 30 Rekan Kampusnya, Polisi Naikkan Status Penyidikan

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:30 WIB

Jalan Rusak Tak Pernah Disentuh, Warga Bedono: Bupati Demak Gagal, Hanya Becus Umbar Janji!

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:03 WIB

Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends

Berita Terbaru