Warga Lereng Slamet Murka: Tambang Galian C Ugal-ugalan Ancam Bencana Longsor dan Banjir Besar

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, 7 Desember 2025 – Warga yang bermukim di lereng Gunung Slamet menyampaikan peringatan keras mengenai potensi bencana besar menyusul temuan indikasi aktivitas Tambang Galian C dan penebangan pohon secara masif di kawasan hutan kaki gunung tersebut. Kekhawatiran ini disampaikan secara vokal melalui media sosial, khususnya grup Facebook “Save Gunung Slamet,” menyoroti risiko banjir dan tanah longsor yang mengancam wilayah Brebes dan sekitarnya.

Aktivis dan warga setempat memperingatkan bahwa jika eksploitasi alam yang ugal-ugalan ini dibiarkan, dampaknya dapat menyerupai bencana serius yang pernah melanda wilayah lain seperti di Pulau Sumatera.

Kekhawatiran warga didasari oleh temuan visual yang diklaim diambil dari citra satelit Google Earth mengenai kondisi hutan yang menunjukkan adanya deforestasi dan aktivitas penambangan. Akun warga, seperti yang disampaikan oleh Ambarwati, membagikan temuan tersebut, menekankan bahwa hutan dan struktur tanah yang seharusnya menjadi pelindung kini semakin terancam fungsinya.

Kekhawatiran ini diperkuat oleh serangkaian peristiwa bencana yang sudah terjadi di sekitar kaki Gunung Slamet:

Banjir Bumiayu: Warga menyoroti peristiwa banjir besar yang sempat melanda Bumiayu beberapa waktu lalu.

Banjir Sirampog (Maret 2025): Banjir signifikan juga dilaporkan terjadi di wilayah Sirampog pada Maret 2025, yang memicu kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.

Pergerakan Tanah: Selain banjir, wilayah tersebut juga mengalami pergerakan tanah yang intens, mengakibatkan banyak rumah warga hancur dan memaksa sejumlah penduduk mengungsi.

Dalam unggahan yang menjadi viral di kalangan grup peduli lingkungan, ditekankan bahwa serangkaian bencana ini bukanlah faktor alam semata atau takdir, melainkan akibat langsung dari tindakan eksploitasi manusia.

“Ini bukan takdir tapi bencana yang dibuat karena penembangan Pohon dan aktivitas Galian C yang secara ugal-ugalan,” tulis salah satu anggota grup.

Warga menegaskan bahwa hilangnya vegetasi dan kerusakan struktur tanah akibat aktivitas Galian C telah menghilangkan daya serap air dan penahan tanah, membuat wilayah tersebut menjadi sangat rentan terhadap intensitas curah hujan ekstrem.

Warga lereng Gunung Slamet meminta pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan aktivitas Galian C dan penebangan yang tidak bertanggung jawab demi mencegah bencana yang lebih besar dan fatal di kemudian hari. (*)

 

Penulis : Ayu

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Rental, Mahasiswa di Semarang Gelapkan Puluhan Sepeda Motor, Berakhir Di Amankan Polisi
Geram Tak Ada Tindakan dari Aparat, Warga Kertabesuki Brebes Robohkan Warung Penjual Obat Terlarang
Diduga Melibatkan Pemain Lama, Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Kudus Kembali Beroperasi
Diduga Aniaya Anggotanya, Pentolan Hipmi Jateng Berinisial TAT Dilaporkan ke Polda Jateng
Siasat Licik ACC Finance Semarang: Pinjam Kunci dan STNK Berdalih Gesek Fisik, Konsumen Dijebak Tanda Tangan Dokumen Tertutup
Aliansi Banjarnegara Bersatu Gelar Deklarasi Mini dan Penyaluran Bantuan Material Masjid Baiturrohman
Warga Nolokerto Resah: Dugaan Penimbunan BBM Ilegal dan Limbah KIK Yang di Buang Di Pemukiman Padat Penduduk
VIIIRRAAALL! Dugaan Pelecehan Dosen UIN Walisongo Gegerkan Mahasiswa, Tim Investigasi Turun Tangan
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:52 WIB

Modus Rental, Mahasiswa di Semarang Gelapkan Puluhan Sepeda Motor, Berakhir Di Amankan Polisi

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:28 WIB

Geram Tak Ada Tindakan dari Aparat, Warga Kertabesuki Brebes Robohkan Warung Penjual Obat Terlarang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:32 WIB

Diduga Melibatkan Pemain Lama, Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Kudus Kembali Beroperasi

Senin, 18 Mei 2026 - 13:45 WIB

Diduga Aniaya Anggotanya, Pentolan Hipmi Jateng Berinisial TAT Dilaporkan ke Polda Jateng

Senin, 18 Mei 2026 - 06:41 WIB

Siasat Licik ACC Finance Semarang: Pinjam Kunci dan STNK Berdalih Gesek Fisik, Konsumen Dijebak Tanda Tangan Dokumen Tertutup

Berita Terbaru