BREBES, 7 Desember 2025 – Warga yang bermukim di lereng Gunung Slamet menyampaikan peringatan keras mengenai potensi bencana besar menyusul temuan indikasi aktivitas Tambang Galian C dan penebangan pohon secara masif di kawasan hutan kaki gunung tersebut. Kekhawatiran ini disampaikan secara vokal melalui media sosial, khususnya grup Facebook “Save Gunung Slamet,” menyoroti risiko banjir dan tanah longsor yang mengancam wilayah Brebes dan sekitarnya.
Aktivis dan warga setempat memperingatkan bahwa jika eksploitasi alam yang ugal-ugalan ini dibiarkan, dampaknya dapat menyerupai bencana serius yang pernah melanda wilayah lain seperti di Pulau Sumatera.
Kekhawatiran warga didasari oleh temuan visual yang diklaim diambil dari citra satelit Google Earth mengenai kondisi hutan yang menunjukkan adanya deforestasi dan aktivitas penambangan. Akun warga, seperti yang disampaikan oleh Ambarwati, membagikan temuan tersebut, menekankan bahwa hutan dan struktur tanah yang seharusnya menjadi pelindung kini semakin terancam fungsinya.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh serangkaian peristiwa bencana yang sudah terjadi di sekitar kaki Gunung Slamet:
Banjir Bumiayu: Warga menyoroti peristiwa banjir besar yang sempat melanda Bumiayu beberapa waktu lalu.
Banjir Sirampog (Maret 2025): Banjir signifikan juga dilaporkan terjadi di wilayah Sirampog pada Maret 2025, yang memicu kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.
Pergerakan Tanah: Selain banjir, wilayah tersebut juga mengalami pergerakan tanah yang intens, mengakibatkan banyak rumah warga hancur dan memaksa sejumlah penduduk mengungsi.
Dalam unggahan yang menjadi viral di kalangan grup peduli lingkungan, ditekankan bahwa serangkaian bencana ini bukanlah faktor alam semata atau takdir, melainkan akibat langsung dari tindakan eksploitasi manusia.
“Ini bukan takdir tapi bencana yang dibuat karena penembangan Pohon dan aktivitas Galian C yang secara ugal-ugalan,” tulis salah satu anggota grup.
Warga menegaskan bahwa hilangnya vegetasi dan kerusakan struktur tanah akibat aktivitas Galian C telah menghilangkan daya serap air dan penahan tanah, membuat wilayah tersebut menjadi sangat rentan terhadap intensitas curah hujan ekstrem.
Warga lereng Gunung Slamet meminta pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan aktivitas Galian C dan penebangan yang tidak bertanggung jawab demi mencegah bencana yang lebih besar dan fatal di kemudian hari. (*)
Penulis : Ayu
Editor : Redaksi











