Pelayanan Verifikasi PPDB SMAN 11 Semarang Dikeluhkan, Wali Murid Curhat di Medsos Soal Simpang Siur Antrean

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, 9 Juni 2026 – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau yang oleh warga kerap disebut SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru) di Jawa Tengah mulai diwarnai keluhan dari para orang tua calon siswa. Salah satu keluhan yang viral di media sosial datang dari seorang wali murid terkait carut-marutnya sistem antrean verifikasi berkas di SMA Negeri 11 Semarang.

Keluhan tersebut mencuat setelah akun Facebook bernama Barjo Saputra mengunggah curahan hatinya di grup publik MIK SEMAR (Media Informasi Kota Semarang). Dalam unggahan tersebut, ia meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan panitia dan petugas keamanan (satpam) sekolah yang dinilai memberikan informasi simpang siur dan tidak konsisten.

“Dari kejadian ini, kami sebagai orang tua merasa kecewa oleh pelayanan panitia SPMB yang ada di SMAN 11, khususnya kepada security-nya. Seharusnya komitmen oleh apa yang disampaikan, bukan mempermainkan. Dan seharusnya bisa menyampaikan informasi yang benar,” tulis akun Barjo Saputra dalam unggahannya.

Dalam postingan tersebut, Barjo menceritakan perjuangan anaknya yang harus berulang kali menelan kekecewaan selama berhari-hari demi mendapatkan nomor antrean verifikasi dan validasi dokumen:

Hari Kedua:Anak terhitung datang pukul 09.00 WIB, namun panitia mengonfirmasi bahwa nomor antrean sudah habis. Pihak keluarga masih memaklumi karena merasa datang terlalu siang.

Hari Ketiga: Sang anak berinisiatif datang jauh lebih pagi, yakni pukul 06.30 WIB. Ironisnya, nomor antrean kembali dinyatakan habis. Belakangan, ia mendapat informasi dari lapangan bahwa antrean bahkan sudah ludes sejak pukul 05.00 WIB.

Malam Hari Ketiga: Demi mencari kejelasan, Barjo mendatangi SMAN 11 Semarang pada malam hari untuk mengonfirmasi jadwal. Saat itu, petugas satpam yang berjaga menegaskan bahwa loket antrean baru resmi dibuka pukul 06.30 WIB.

Hari Keempat: Memegang informasi dari satpam, sang anak datang lebih pagi pada pukul 05.30 WIB (satu jam sebelum jadwal buka yang diinfokan). Namun secara mengejutkan, nomor antrean lagi-lagi dinyatakan sudah habis.

Ketidakselarasan informasi antara kondisi riil di lapangan dengan pernyataan petugas keamanan tersebut membuat orang tua merasa dipermainkan. Menurutnya, kesimpangsiuran ini sangat memukul mental anak-anak yang sedang berjuang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA negeri impian mereka.

“Mereka anak-anak hanya ingin menyambung cita-citanya, bukan untuk dipermainkan. Kepada panitia SPMB yang ada di SMAN 11 Semarang, tolonglah jangan permainkan anak-anak ini,” pungkasnya di akhir tulisan.

Unggahan di grup MIK SEMAR tersebut langsung mendapat respons dan perhatian dari netizen Semarang yang berharap ada evaluasi total dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan terkait pembatasan kuota harian serta transparansi sistem antrean agar tidak merugikan calon peserta didik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen maupun Panitia PPDB SMAN 11 Semarang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pelayanan yang disampaikan oleh warga tersebut. (TJ/Red)

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur
407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot
TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang
Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi
Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan
Kangen Band Mendadak Dinyatakan Bubar, Dodhy Singgung Kezaliman Internal, Andika Mengaku Bingung
SPBN Bulu Jepara Disorot Nelayan, Penyaluran Solar Subsidi Diduga Dimonopoli Mafia BBM
Sidang Gardu Induk Jepara Memanas, Majelis Hakim Pertanyakan Data PLN dan Status Tanah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 07:49 WIB

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur

Selasa, 22 September 2026 - 02:24 WIB

407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot

Senin, 21 September 2026 - 10:44 WIB

TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang

Sabtu, 19 September 2026 - 07:23 WIB

Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi

Sabtu, 19 September 2026 - 02:40 WIB

Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan

Berita Terbaru