Tekan Risiko Gagal Ginjal Remaja, Puskesmas Bulu Lor Gagas Gerakan Skrining Urine dan Minum Air Bersama di Sekolah

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kasus penyakit ginjal kronis yang mulai merambah usia muda memicu keprihatinan sekaligus aksi nyata dari dunia kesehatan. Merespons fenomena tersebut, Puskesmas Bulu Lor di Kota Semarang menghadirkan sebuah terobosan inovatif bernama GENERASI JUARA.

Nama program ini merupakan singkatan dari GErakan skriNing urinalisa dan kEgiatan minum aiR putih setiAp waktu sebagai upaya pencegahan reSIko gagal ginJal dini pada UsiA RemajA. Inovasi ini dirancang khusus sebagai langkah promotif dan preventif untuk menekan risiko penyakit ginjal kronis serta mengatasi tingginya angka dehidrasi di kalangan pelajar.

Program GENERASI JUARA berfokus pada pembiasaan pola hidup sehat sejak dini melalui tiga kegiatan utama, yaitu:

1. Skrining Urinalisa: Pemeriksaan sampel urine siswa.

2. Edukasi Kesehatan: Penanaman pemahaman mengenai pentingnya menjaga fungsi ginjal.

3. Gerakan Minum Air Putih Bersama: Aksi minum air putih secara serentak setiap dua jam sekali selama waktu belajar di sekolah.

Hingga saat ini, inovasi ini telah sukses diterapkan di beberapa sekolah menengah di Semarang, di antaranya SMKN Jateng Semarang, SMKN 10 Semarang, SMA Masehi 1 Semarang, dan SMK Theresiana Semarang.

Proses pelaksanaan di lapangan dimulai dengan edukasi tatap muka dan pengisian pre-test oleh siswa. Selanjutnya, pemeriksaan sampel urine siswa dilakukan secara medis menggunakan alat urine analyzer di Laboratorium Puskesmas Bulu Lor. Sebagai langkah keberlanjutan, siswa dan guru kemudian membuat komitmen bersama untuk merutinkan konsumsi air putih di sela-sela kegiatan belajar mengajar.

Evaluasi berkala terhadap program GENERASI JUARA menunjukkan hasil yang sangat positif dan signifikan. Sebelum inovasi ini diterapkan, tercatat lebih dari 40% siswa terindikasi mengalami dehidrasi. Namun, setelah gerakan ini masif dijalankan, angka dehidrasi berhasil ditekan hingga di bawah 40% di seluruh sekolah binaan.

Selain perbaikan kondisi fisik siswa, tingkat pengetahuan remaja mengenai kesehatan ginjal juga melonjak tajam. Hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan nilai yang signifikan pada lembar post-test yang diisi oleh para siswa.

Agnes Mia Soeryadi, S.Tr.AK, selaku Pranata Laboratorium Kesehatan Pelaksana Lanjutan Puskesmas Bulu Lor, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium ini menjadi acuan penting dalam memetakan kondisi kesehatan siswa.

“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara edukasi, skrining kesehatan rutin melalui urinalisa, dan pembiasaan minum air putih yang cukup mampu mengubah perilaku hidup remaja menjadi lebih sehat sekaligus menjadi benteng pencegahan dini dari risiko gagal ginjal,” ungkap Agnes Mia Soeryadi.

Kolaborasi, Pemanfataan Teknologi, dan Replikasi

Demi menjaga keberlanjutan program, Puskesmas Bulu Lor bersama pihak sekolah telah menandatangani komitmen bersama. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kota Semarang serta kolaborasi lintas sektor yang kuat. Tidak hanya itu, pemantauan program kini dipermudah lewat pemanfaatan teknologi berupa website khusus inovasi yang dapat diakses langsung oleh guru maupun siswa.

Karena dinilai sederhana, ekonomis, dan aplikatif, inovasi GENERASI JUARA memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas. Saat ini, model program ini bahkan telah sukses direplikasi oleh Puskesmas Miroto Kota Semarang.

Diharapkan, gerakan ini dapat terus meluas dan diadopsi oleh berbagai wilayah lain sebagai salah satu best practice (praktik baik) dalam menjaga kesehatan generasi muda Indonesia.

Kontak Media:

Puskesmas Bulu Lor

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Tim Teknis Laboratorium:

Agnes Mia Soeryadi, S.Tr.AK (Pranata Laboratorium Kesehatan Pelaksana Lanjutan)

Tagline:

“GENERASI JUARA: BEBAS GAGAL GINJAL SEDARI DINI”

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti
Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat
Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?
Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya
Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Wanita Muda di Semarang Diduga Dianiaya di Rumah Sendiri, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Polsek Jepara Kota Diduga Lakukan Pembiaran dan Abaikan Aduan Masyarakat Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Pertalite
Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Ruang DPUPR dan Rumah Kerabat Disegel
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:30 WIB

Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:13 WIB

Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang

Berita Terbaru