Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik per 1 April 2026, Warga Diminta Tak Panik

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan kepastian terkait kabar rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah menegaskan belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi per 1 April 2026, meski harga minyak dunia saat ini tengah bergejolak.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, secara resmi menepis kabar yang sempat viral di media sosial mengenai rencana kenaikan harga tersebut. Ia menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan PT Pertamina serta mengikuti arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu memborong BBM (panic buying). Ketersediaan BBM kami jamin aman,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Hal senada juga ditegaskan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Dari Tokyo, Jepang, Bahlil memberikan sinyal kuat bahwa harga Pertalite dan Solar subsidi tidak akan mengalami kenaikan, setidaknya hingga masa Lebaran (Idul Fitri) 2026 usai.

Menurut Bahlil, keputusan akhir terkait harga BBM subsidi sepenuhnya berada di tangan Presiden dengan sangat mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat luas.

“Stok BBM dalam negeri masih stabil. Untuk BBM subsidi, Presiden pasti mempertimbangkan situasi rakyat kecil,” tegas Bahlil.

Di sisi lain, pihak PT Pertamina (Persero) turut menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan harga per 1 April 2026. Pertamina meminta masyarakat untuk waspada terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial, termasuk isu kenaikan signifikan pada BBM jenis nonsubsidi seperti Pertamax.

Pemerintah dan Pertamina memastikan akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia secara ketat. Namun, prioritas utama saat ini adalah menjaga stabilitas harga guna melindungi masyarakat menjelang hari raya.

Masyarakat diimbau untuk hanya mengandalkan informasi resmi dari kanal pemerintah, Kementerian ESDM, atau Pertamina, guna menghindari kepanikan yang justru dapat mengganggu kelancaran pasokan di lapangan.

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, Pengurus PERBATI Audiensi dengan BNNP Jateng dan Skadron 31 Penerbad
SIPB BUKAN UNTUK SWASTA, RPK-RI INGATKAN SANKSI PIDANA JIKA MATERIAL TAMBANG DIJUAL BEBAS
Pemerintah “Tidur”, Rakyat Bergerak: Warga Sirampog Brebes Patungan Tambal Jalan Rusak dengan Dana Pribadi!
Peringati HUT ke-479 Kota Semarang, Kelurahan Wonodri Gelar Festival Bubur Sendang: Hidupkan Kembali Jejak Sejarah
Lahan Bengkok Dicaplok, Gardu Induk PLN di Jepara Terjang Kawasan Pangan dan Kepung Pemukiman
Dugaan Pelecehan Anak di Bawah Umur di Semarang Barat, Keluarga Pertanyakan Kelanjutan Proses Hukum
Mahasiswa Undip Jadi Korban Pengeroyokan 30 Rekan Kampusnya, Polisi Naikkan Status Penyidikan
Jalan Rusak Tak Pernah Disentuh, Warga Bedono: Bupati Demak Gagal, Hanya Becus Umbar Janji!
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:09 WIB

Perkuat Sinergi, Pengurus PERBATI Audiensi dengan BNNP Jateng dan Skadron 31 Penerbad

Senin, 11 Mei 2026 - 03:25 WIB

SIPB BUKAN UNTUK SWASTA, RPK-RI INGATKAN SANKSI PIDANA JIKA MATERIAL TAMBANG DIJUAL BEBAS

Senin, 4 Mei 2026 - 02:48 WIB

Pemerintah “Tidur”, Rakyat Bergerak: Warga Sirampog Brebes Patungan Tambal Jalan Rusak dengan Dana Pribadi!

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:19 WIB

Peringati HUT ke-479 Kota Semarang, Kelurahan Wonodri Gelar Festival Bubur Sendang: Hidupkan Kembali Jejak Sejarah

Senin, 20 April 2026 - 14:02 WIB

Lahan Bengkok Dicaplok, Gardu Induk PLN di Jepara Terjang Kawasan Pangan dan Kepung Pemukiman

Berita Terbaru