Pajak Kendaraanmu Mundak Porak Gaes? Warga Jateng Sambat Pajak Motor-Mobil Bekas Malah Naik di Era Luthfi!

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, TRENDING JATENG – Jagat media sosial di Jawa Tengah sedang “panas” gara-gara urusan dompet. Warga ramai-ramai mengeluhkan kenaikan pajak kendaraan bermotor yang terasa mencekik. Munculnya pungutan Opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) di era Gubernur Ahmad Luthfi ini membuat tarif pajak tahunan tak lagi ramah di kantong.

Keluhan paling nyaring datang dari para pemilik kendaraan bekas. Biasanya, hukum alam pajak kendaraan adalah: semakin tua usia motor atau mobil, pajaknya makin turun. Namun, aturan baru ini menjungkirbalikkan logika tersebut.

“Biasanya tiap tahun turun, ini kok malah melonjak. Padahal motornya ya itu-itu saja, nggak jadi baru,” keluh salah satu netizen yang viral di platform X (Twitter) Facebook dan Instagram.

Menanggapi kegaduhan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tampaknya masih teguh pada pendiriannya. Kabid PKB Bapenda Jateng, Danang Wicaksono, dalam wawancara pada 7 Januari 2026, menjelaskan bahwa dana opsen ini disetorkan setiap hari ke kas daerah untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten/Kota.

Ia bahkan mencatut nama Kota Surakarta sebagai contoh percepatan pembangunan.

“Kami contohkan Kota Surakarta, ketika Walikotanya mau bangun hari ini, duitnya sudah ada. Karena dana opsen disetorkan setiap hari, tidak sebulan sekali,” jelas Danang dikutip dari Tribun Jateng.

Meski warga teriak, pihak Bapenda mengeklaim bahwa kebijakan ini sudah melalui pertimbangan matang. Danang menyebut kenaikan pajak di Jawa Tengah sebenarnya masih paling rendah jika dibandingkan dengan provinsi tetangga seperti DIY, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.

“Pemprov Jateng mengambil keputusan untuk mempertahankan kualitas pembangunan. APBD Kabupaten/Kota lebih bagus, dan beban masyarakat naik tapi tidak terlalu tinggi,” klaimnya.

Optimisme pemerintah tampaknya berbanding terbalik dengan keresahan warga. Danang meyakini bahwa polemik ini hanya masalah waktu dan masyarakat akan segera beradaptasi dengan tarif baru tersebut.

“Kami meyakini selepas 2026, masyarakat sudah terbiasa dengan pola ini,” pungkasnya.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda kebijakan ini akan dievaluasi meskipun gelombang protes di media sosial terus mengalir deras.

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun
Ketua KANNI Semarang Tegaskan Kenaikan Pajak Kendaraan 2026 Adalah Hoaks: “Malah Ada Potongan 5%”
Klaten Berduka: Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun
Abaikan K3, Proyek Ashta Home by 88 Baja Group di Kota Semarang Disorot
Hukum Tak Boleh Kalah oleh Pembiaran: Elbeha Barometer Laporkan Polemik Dusun Semilir ke Presiden Prabowo
Sinergi Membangun Ekonomi Desa: Kades se-Sragen Dukung Penuh Percepatan Koperasi Desa Merah Putih
Jalan Umum Serasa Kubangan Lumpur: Warga Jatirejo Sebut Jalur Distribusi Tambang Mirip Lintasan Offroad
Krisis Kepercayaan: Warga Pemalang di Medsos Sindir Gubernur Jateng, Sebut “Emangnya Jateng Punya Gubernur?”
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 02:47 WIB

Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

Minggu, 22 Februari 2026 - 06:45 WIB

Ketua KANNI Semarang Tegaskan Kenaikan Pajak Kendaraan 2026 Adalah Hoaks: “Malah Ada Potongan 5%”

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:26 WIB

Pajak Kendaraanmu Mundak Porak Gaes? Warga Jateng Sambat Pajak Motor-Mobil Bekas Malah Naik di Era Luthfi!

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:59 WIB

Klaten Berduka: Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun

Jumat, 6 Februari 2026 - 07:21 WIB

Abaikan K3, Proyek Ashta Home by 88 Baja Group di Kota Semarang Disorot

Berita Terbaru