SEMARANG – Keluhan dan kekecewaan mendalam datang dari warga serta pengguna jalan yang melintasi kawasan Jl. Candi Kencana Raya, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Tanggul sungai di jalur tersebut dilaporkan ambrol dan mengalami longsor parah selama berbulan-bulan tanpa adanya tindakan perbaikan yang nyata dari pemerintah kota.
Jalur ini dikenal sebagai urat nadi dan rute alternatif krusial yang menghubungkan wilayah Manyaran, Pasadena, dan sekitarnya menuju kawasan industri serta jalur utama Krapyak–Mangkang. Mobilitas yang tinggi di jalur ini berbanding terbalik dengan kondisi keamanannya yang kian mengkhawatirkan.
Berdasarkan pantauan dan laporan warga per Senin (13/7/2026), lubang bekas longsoran tanggul tersebut kini kondisinya sangat kritis karena hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari badan jalan aktif. Ironisnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda alat berat atau material bangunan diturunkan untuk membenahi infrastruktur yang rusak tersebut.
Di lokasi kejadian, satu-satunya “penanganan” yang terlihat hanyalah bentangan pita peringatan seadanya.
“Sudah berbulan-bulan dibiarkan begini. Kesannya pemerintah lambat dan acuh terhadap keselamatan warga. Apa harus menunggu ada korban jiwa jatuh ke jurang longsoran dulu baru direspons dan ditangani serius?” keluh salah seorang pengguna jalan dengan nada kesal.
Kondisi ini memicu kritik tajam dari masyarakat yang menilai pihak terkait terkesan menutup mata atau pura-pura tidak tahu. Mengingat jalur ini juga kerap dilewati kendaraan saat malam hari dengan penerangan yang mungkin minim, risiko kecelakaan fatal mengintai setiap saat.
Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang atau pihak berwenang terkait untuk segera turun tangan melakukan penambalan dan rekonstruksi tanggul sebelum longsoran semakin mengikis badan jalan utama dan memakan korban.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











