TRAGEDI HUKUM BULUSAN TEMBALANG: Ketika Kepatuhan Warga Berbuah Bencana Akibat BPN Bungkam

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Puluhan kepala keluarga di Bulusan, Tembalang, kini hanya bisa berdiri terpaku memandangi tanah mereka yang terancam hilang. Selembar Sertifikat Hak Milik (SHM) yang mereka pegang kini terasa seperti kertas sampah tanpa guna. Tragedi ini bukan lagi sekadar sengketa lahan, melainkan sebuah bentuk pengkhianatan nyata terhadap kepercayaan rakyat kecil.

Bagi warga Bulusan, kepatuhan mereka kepada negara justru menjadi bumerang yang mematikan. Dengan kepolosan dan logika rakyat jelata, mereka yakin bahwa sertifikat resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) adalah jaminan keamanan mutlak. Mereka memilih diam dan tidak mengintervensi persidangan karena satu keyakinan: BPN pasti akan menjaga dan mempertahankan produk hukum yang mereka terbitkan sendiri.

Namun, kenyataan yang terjadi sungguh memuakkan. Saat PTUN Semarang membatalkan hak atas tanah mereka, BPN Kota Semarang justru menunjukkan sikap pengecut dengan tidak melakukan upaya hukum banding. Institusi yang seharusnya menjadi pelindung kedaulatan tanah rakyat ini justru memilih “cuci tangan” dan membiarkan warga berjuang sendirian di tengah badai hukum yang tidak mereka pahami.

Pertanyaan tajam kini mengarah pada kredibilitas BPN Kota Semarang: Untuk apa sertifikat berlogo Garuda itu diterbitkan jika instansinya sendiri enggan membelanya? Sikap diam BPN bukan hanya kelalaian administrasi, melainkan tindakan yang membiarkan rakyat dijajah di atas tanahnya sendiri oleh kekuatan yang lebih besar.

Rakyat kini bertanya-tanya dengan nada getir, apakah keadilan di negeri ini hanya milik mereka yang berduit dan paham celah hukum? Apakah kejujuran warga Bulusan dalam memercayai negara harus dibayar dengan hilangnya ruang hidup mereka?

Negara tidak boleh tutup mata melihat rakyatnya “dibantai” secara perlahan oleh sistem yang korosif. Publik kini menunggu, apakah masih ada nurani yang tersisa di jajaran pemangku kebijakan, ataukah Bulusan akan selamanya diingat sebagai bukti sejarah tentang bagaimana negara membuang rakyatnya sendiri demi sebuah sikap pasif yang tidak bertanggung jawab.

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti
Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat
Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?
Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya
Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Wanita Muda di Semarang Diduga Dianiaya di Rumah Sendiri, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Polsek Jepara Kota Diduga Lakukan Pembiaran dan Abaikan Aduan Masyarakat Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Pertalite
Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Ruang DPUPR dan Rumah Kerabat Disegel
Berita ini 165 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:30 WIB

Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:13 WIB

Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang

Berita Terbaru