KARANGANYAR – Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Karanganyar tetap terjaga kondusif. Hal ini merupakan hasil dari kolaborasi solid antara kepolisian dengan instansi terkait serta inovasi berbasis data yang diterapkan di lapangan.
Kasatlantas Polres Karanganyar, Agista Ryan Mulyanto, S.T.K., S.I.K., M.T., menyatakan bahwa arus kendaraan saat ini terpantau lancar dan terkendali. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja kolektif bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
“Sinergi lintas sektor ini menjadi fondasi utama dalam mengantisipasi potensi gangguan. Sebagai solusi jangka panjang, rencana pelebaran jalan di titik padat Simpang Asida Taman telah mendapatkan persetujuan Bupati dan tinggal menunggu tahap realisasi,” ujar Agista saat ditemui, Kamis (9/4/2026).
Satlantas Polres Karanganyar juga menerapkan pendekatan modern dalam memetakan kerawanan jalan. Melalui sistem Integrated Road Safety Management System (IRSMS), polisi dapat menentukan titik presisi rawan kecelakaan (black spot) maupun kemacetan secara akurat.
Salah satu bukti keberhasilan sistem ini terlihat di kawasan Gunung Subur. “Kawasan tersebut sempat tercatat sebagai *black spot* pada tahun 2025, namun kini berhasil dinetralisir melalui mitigasi yang tepat, sehingga tidak lagi menjadi lokasi dominan kecelakaan,” jelas Kasatlantas.
Untuk mengatasi simpul kemacetan, sejumlah langkah strategis telah dilakukan:
Simpang Asida Taman: Antisipasi perlintasan kereta api dengan mendirikan Pos Pengamanan di Exit Tol Kebakkramat.
Jalur Keprabon-Karangpandan: Penerapan rekayasa lalu lintas ke arah Simpang Jimbaran yang terbukti signifikan mengurai kepadatan.
Kawasan Wisata Tawangmangu: Penerapan sistem one way, pengalihan jalur via Sumokarjo dan Cemorosewu, hingga penyediaan layanan bantuan masyarakat.
Menariknya, di Tawangmangu, petugas menyediakan fasilitas derek cepat, tim ganjal tanjakan, hingga layanan tambal ban gratis. Inovasi ini membuahkan hasil nyata. “Kemacetan yang sebelumnya bisa berlangsung berjam-jam, kini mampu terurai rata-rata hanya dalam waktu 15 menit,” ungkapnya.
Agista menegaskan bahwa peran aktif masyarakat menjadi kunci utama minimnya angka kecelakaan di Karanganyar. Saat ini, terdapat sekitar 1.000 relawan ambulans yang siap siaga membantu penanganan darurat di lapangan.
“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Dukungan para relawan ini sangat membantu dalam penanganan cepat di lapangan,” pungkasnya.
Dengan kombinasi strategi berbasis data dan pendekatan humanis, Polres Karanganyar berkomitmen terus memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan yang melintasi Bumi Intanpari.
Penulis : Vio Sari
Editor : Redaksi











