Jumlah Korban Keracunan Makan Bergizi Gratis di Gubug Bertambah Menjadi 780 Orang

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 05:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GROBOGAN – Jumlah korban dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan terus mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru pada Sabtu (11/1/2026), tercatat sebanyak 780 orang terdampak akibat peristiwa tersebut.

Angka ini merupakan bagian dari total 2.904 penerima manfaat program MBG di wilayah tersebut. Lonjakan jumlah korban ini menunjukkan dampak yang cukup luas dari konsumsi menu yang dibagikan.

Dari total 780 orang yang mengalami gejala keracunan, sebanyak 156 orang di antaranya harus mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Pihak otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa para korban menjalani perawatan dengan rincian sebagian menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan terdekat, sementara sebagian lainnya diperbolehkan rawat jalan setelah kondisi mereka dinyatakan stabil oleh tim medis.

Diketahui, paket makanan dalam program MBG tersebut disuplai oleh SPPG Sami Kaya Food. Perusahaan penyedia jasa makanan (katering) ini beralamat di Jalan Raya Gubug-Kedungjati KM 2, Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug.

Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti keracunan tersebut. Sampel makanan yang disediakan oleh suplier telah diambil untuk dilakukan uji laboratorium guna mendeteksi adanya potensi kontaminasi bakteri atau bahan berbahaya lainnya.

Pemerintah Kabupaten Grobogan beserta instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi para korban. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pelaksana program Makan Bergizi Gratis agar lebih memperketat pengawasan terhadap standarisasi kebersihan dan keamanan pangan bagi para penyedia jasa katering.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan segera melaporkan ke posko kesehatan terdekat jika ditemukan gejala serupa pada penerima manfaat lainnya.

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti
Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Mall 23 POJ City Semarang Tempuh Jalur Hukum
Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat
Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?
Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya
Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Wanita Muda di Semarang Diduga Dianiaya di Rumah Sendiri, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Polsek Jepara Kota Diduga Lakukan Pembiaran dan Abaikan Aduan Masyarakat Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Pertalite
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Mall 23 POJ City Semarang Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:30 WIB

Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:13 WIB

Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru