Bencana di Kaki Slamet: Banjir Bandang dan Longsor Lumpur Terjang Pemalang, Diduga Akibat Izin Tambang

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG – Intensitas hujan yang tinggi di kawasan pegunungan berujung petaka bagi warga di lereng Gunung Slamet. Pada Sabtu (24/1), banjir bandang disertai material lumpur dan batu menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan warga terdampak dan kerugian material yang masif.

Dua kecamatan, yakni Pulosari dan Moga, menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling signifikan. Berdasarkan laporan lapangan, lima desa tercatat mengalami dampak terburuk:

Kecamatan Pulosari: Desa Penakir, Nyalembeng, dan Gunungsari.

Kecamatan Moga: Desa Sima (Dusun Gintung & Tretep) dan Desa Pepedan.

Di Desa Penakir, dilaporkan sedikitnya delapan rumah hanyut terseret arus deras yang datang tiba-tiba. Sementara itu, puluhan rumah lainnya di Desa Sima dan Pepedan mengalami kerusakan berat akibat hantaman material lumpur dan batu yang terbawa aliran air.

Di tengah duka bencana, suara kritis muncul dari masyarakat terkait penyebab bencana ini. Muncul dugaan kuat bahwa banjir bandang dan longsor lumpur ini merupakan dampak dari pemberian izin pertambangan di lereng Gunung Slamet oleh pemerintah daerah.

Eksploitasi lahan di kawasan hulu dinilai telah merusak daya serap tanah, sehingga saat hujan deras tiba, air tidak lagi meresap melainkan meluncur membawa material lumpur ke pemukiman warga di bawahnya.

“Air dan lumpur jadi satu. Ini bukan sekadar hujan biasa, tapi dampak dari rusaknya alam di atas sana,” ujar salah satu warga terdampak

Hingga saat ini, warga bersama aparat desa dan tim gabungan masih berupaya melakukan:

Pendataan Kerusakan: Mengidentifikasi total kerugian rumah dan infrastruktur.

Pembersihan Material: Gotong royong membersihkan sisa lumpur dan batu yang menutup akses jalan dan rumah.

Evakuasi: Memastikan keselamatan warga, terutama kelompok rentan, mengingat curah hujan masih diprediksi tinggi.

Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah tidak hanya melakukan langkah darurat pascabencana, tetapi juga mengevaluasi total kebijakan perizinan tambang di kawasan sensitif lingkungan demi mencegah bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jateng Cup 2026: Lebih dari Sekadar Ajang E-Sport, Ragam Hiburan Siap Manjakan Warga di Colomadu
Sarat Celah Korupsi, RPK-RI Desak Kejagung Sisir Vendor MBG dan SPPG di Kota Semarang dan Jateng!
Tekan Risiko Gagal Ginjal Remaja, Puskesmas Bulu Lor Gagas Gerakan Skrining Urine dan Minum Air Bersama di Sekolah
LMKPAI Soroti Dugaan Pengabaian K3 dalam Pembersihan Tunggak Kayu di Bendung Juwero, Kendal
Pelayanan Verifikasi PPDB SMAN 11 Semarang Dikeluhkan, Wali Murid Curhat di Medsos Soal Simpang Siur Antrean
Ketum RPK-RI Ingatkan Haris Soal Konsekuensi Hukum Terkait Isu Intimidasi di Ranah TP3KS
Modus Rental, Mahasiswa di Semarang Gelapkan Puluhan Sepeda Motor, Berakhir Di Amankan Polisi
Ironi Gunung Mergi: Izin Diperbarui di Atas Lahan Sengketa, Dugaan Kongkalikong Mencuat
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:06 WIB

Kapolda Jateng Cup 2026: Lebih dari Sekadar Ajang E-Sport, Ragam Hiburan Siap Manjakan Warga di Colomadu

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:55 WIB

Sarat Celah Korupsi, RPK-RI Desak Kejagung Sisir Vendor MBG dan SPPG di Kota Semarang dan Jateng!

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Tekan Risiko Gagal Ginjal Remaja, Puskesmas Bulu Lor Gagas Gerakan Skrining Urine dan Minum Air Bersama di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:08 WIB

LMKPAI Soroti Dugaan Pengabaian K3 dalam Pembersihan Tunggak Kayu di Bendung Juwero, Kendal

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:14 WIB

Pelayanan Verifikasi PPDB SMAN 11 Semarang Dikeluhkan, Wali Murid Curhat di Medsos Soal Simpang Siur Antrean

Berita Terbaru