Aktivitas Galian di Lahan Rest Area Tol Akibatkan Banjir Lumpur di Tuntang, Material Diduga Dikelola Oknum Kades

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. SEMARANG – Aktivitas penggalian bukit di belakang Stasiun Tuntang memicu bencana banjir lumpur hebat pada Selasa (30/12/2025). Akibat peristiwa ini, jalur utama Tuntang–Bringin lumpuh total dan fasilitas publik terendam material tanah.

Banjir Lumpur Perdana yang Melumpuhkan Akses
Hujan deras yang mengguyur wilayah Tuntang dan Salatiga menyebabkan air dari perbukitan membawa lumpur pekat ke badan jalan. Mobil dan kendaraan lainnya tidak berani melintas karena kondisi jalan yang sangat licin.

Warga menegaskan bahwa kawasan ini sebelumnya tidak pernah mengalami banjir, meskipun lokasinya berdekatan dengan Kali Tuntang.

Selain memutus akses jalan, lumpur tersebut juga masuk dan merendam area Stasiun Tuntang, yang memicu keprihatinan masyarakat terhadap kelestarian situs transportasi tersebut.
Modus Penataan Lahan, Realita Jual Beli Material
Informasi yang dihimpun di lapangan mengungkap adanya dugaan praktik ilegal di lokasi galian.

Lahan tersebut secara administratif merupakan area galian C yang diperuntukkan bagi penataan lahan rest area tol.

Namun, pada kenyataannya, aktivitas di lapangan diduga melenceng jauh dari izin penataan:

* Material Tidak Digunakan di Lokasi: Hasil galian yang seharusnya untuk penataan lahan rest area justru tidak digunakan sebagaimana mestinya.
* Dugaan Komersialisasi Disposal: Muncul dugaan kuat bahwa material galian (disposal) dari lahan rest area tersebut justru diperjualbelikan ke pihak luar untuk keuntungan pribadi.
* Keterlibatan Oknum Kades: Praktik jual beli material galian ini diduga kuat dikoordinir oleh seorang oknum Kepala Desa (Kades) setempat.

Akibat pengejaran keuntungan dari penjualan material tersebut, kaidah konservasi lingkungan diabaikan. Bukit yang digali tanpa sistem drainase yang memadai menyebabkan air hujan langsung membawa sedimen tanah ke pemukiman dan jalan raya.

Warga mendesak aparat penegak hukum (APH) dan dinas terkait untuk segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan izin penataan lahan ini. Masyarakat meminta adanya tindakan tegas terhadap oknum Kades yang diduga bermain di balik proyek rest area tersebut demi mencegah bencana yang lebih besar di masa mendatang.

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti
Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat
Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?
Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya
Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Wanita Muda di Semarang Diduga Dianiaya di Rumah Sendiri, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Polsek Jepara Kota Diduga Lakukan Pembiaran dan Abaikan Aduan Masyarakat Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Pertalite
Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Ruang DPUPR dan Rumah Kerabat Disegel
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:30 WIB

Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:13 WIB

Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang

Berita Terbaru