BREBES – Menunggu janji pemerintah daerah ibarat menanti pungguk merindukan bulan. Itulah yang dirasakan warga Dukuh Kumambang dan Dusun Cilibur, Kecamatan Sirampog. Kecewa karena keluhan mereka hanya dianggap angin lalu oleh Pemkab Brebes, warga akhirnya memutuskan untuk mengambil alih tanggung jawab negara dengan memperbaiki sendiri jalan penghubung Sirampog – Paguyangan.
Tepat pada hari Minggu, 3 Mei 2026, di saat para pejabat mungkin sedang menikmati waktu libur, warga justru berjibaku di kubangan jalan. Bukan menggunakan anggaran dinas yang bernilai miliaran, perbaikan ini lahir dari keringat dan iuran sukarela warga yang sudah muak melihat jalanan tak ubahnya kubangan saat hujan dan jalur maut saat kemarau.
Aksi gotong royong yang dilakukan pada akhir pekan ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan sebuah tamparan keras bagi lambannya birokrasi di Kabupaten Brebes. Warga menyayangkan sikap pemerintah yang seolah tutup mata terhadap akses vital masyarakat yang rusak parah selama bertahun-tahun.
“Kami bayar pajak tepat waktu, tapi jalan rusak harus kami perbaiki pakai uang pribadi. Lalu pemerintah buat apa? Jangan cuma datang saat butuh suara, tapi saat jalan hancur, telinga mereka mendadak tuli,” ungkap seorang warga dengan nada geram di lokasi pada Minggu pagi tersebut.
Tanpa alat berat mewah milik pemerintah, warga bahu-membahu mengurug lubang dan menyemen bagian jalan yang hancur. Berikut adalah fakta di lapangan:
Dana Mandiri: Warga menyisihkan uang belanja dan penghasilan tani demi membeli semen dan material.
Akses Vital Terabaikan: Jalan ini merupakan urat nadi penghubung dua kecamatan (Sirampog-Paguyangan) yang perannya sangat krusial bagi pendidikan dan ekonomi.
Respon Lamban: Keluhan sudah dilayangkan berkali-kali melalui berbagai kanal, namun respon pemerintah daerah dinilai hanya formalitas tanpa realisasi.
Kerusakan jalan ini bukan masalah baru, namun ketiadaan prioritas dari pemerintah daerah memaksa rakyat kecil turun tangan mengisi hari libur mereka dengan kerja keras fisik. Kondisi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat: Harus berapa banyak korban jatuh atau harus seviral apa keluhan warga agar anggaran perbaikan jalan segera diturunkan?
Warga menegaskan bahwa perbaikan swadaya pada 3 Mei 2026 ini adalah solusi darurat. Mereka menuntut Pemkab Brebes untuk segera bangun dari tidurnya dan memberikan perbaikan permanen yang layak, karena jalan yang bagus adalah hak rakyat, bukan sekadar bonus dari kebaikan hati penguasa.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











