Ingkari Janji Penutupan, Aktivitas Tambang di Kalikayen Terus Berlanjut dan Tantang Kesepakatan Warga

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNGARAN – Aktivitas tambang yang diduga kuat beroperasi secara ilegal di wilayah Kalikayen, Kabupaten Semarang, kini menjadi potret nyata lemahnya penegakan kesepakatan di tingkat akar rumput. Meski sebelumnya telah disepakati untuk berhenti beroperasi pada akhir 2025, kenyataan di lapangan berbicara lain. Pihak penambang justru terkesan mempertontonkan pembangkangan dengan terus menjalankan aktivitas pengerukan material.

Kesepakatan penghentian tambang tersebut sejatinya lahir dari desakan publik melalui media sosial dan pemberitaan yang sempat mencuat tahun lalu. Namun, janji tinggal janji. Hingga memasuki awal tahun ini, deru alat berat masih memekakkan telinga dan truk pengangkut material tetap melenggang bebas, memicu kekecewaan mendalam bagi masyarakat yang merasa dibohongi oleh komitmen lisan para pelaku tambang.

Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan bahwa pengabaian terhadap kesepakatan akhir 2025 merupakan indikasi kuat bahwa pihak penambang sengaja mengingkari janji demi meraup keuntungan pribadi. Ketidakpatuhan ini dinilai warga sebagai bentuk pelecehan terhadap hasil musyawarah yang telah dilakukan sebelumnya.

Ironisnya, dalam musyawarah lanjutan yang digelar di Balai Desa Kalikayen baru-baru ini, pihak penambang justru kembali melontarkan permintaan klasik berupa kelonggaran waktu. Dari tiga titik lokasi tambang yang dipermasalahkan, dua di antaranya meminta perpanjangan napas selama satu bulan, sementara satu lainnya berdalih akan membangun akses jalan mandiri. Pola permohonan waktu tambahan ini diduga kuat hanyalah strategi mengulur waktu untuk terus mengeksploitasi lahan tanpa izin resmi.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Kamis (8/1), aktivitas eksploitasi lahan masih berlangsung tanpa hambatan berarti. Situasi ini menuntut ketegasan dari pemerintah desa serta instansi terkait agar tidak terjebak dalam diplomasi lisan yang berulang-ulang. Masyarakat kini menanti langkah hukum nyata, bukan sekadar ruang diskusi yang hanya berakhir dengan janji-janji baru yang mudah diingkari demi kelestarian lingkungan Kalikayen.

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti
Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Mall 23 POJ City Semarang Tempuh Jalur Hukum
Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat
Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?
Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya
Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Wanita Muda di Semarang Diduga Dianiaya di Rumah Sendiri, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Polsek Jepara Kota Diduga Lakukan Pembiaran dan Abaikan Aduan Masyarakat Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Pertalite
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Mall 23 POJ City Semarang Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:30 WIB

Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:13 WIB

Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru