SEMARANG – Keceriaan siang hari di Kampung Silandak, RT 12 RW 13, Kelurahan Purwoyoso, Ngaliyan, berubah menjadi duka yang menyayat hati. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Dwi Alfahri ditemukan meninggal dunia di dasar sungai sedalam dua meter setelah dilaporkan hilang saat bermain bersama teman-temannya pada Kamis (19/2/2026).
Peristiwa bermula saat Dwi Alfahri sedang asyik bermain petak umpet bersama dua rekannya, A dan F, di sekitar lingkungan rumah pada pukul 11.00 WIB.
Memasuki pukul 12.00 WIB, ketiga bocah tersebut memutuskan untuk beranjak ke sebuah sungai kecil di dekat pemukiman dengan niat mencari ikan kecil menggunakan bakul plastik sebagai jaring.
Nahas, saat sedang asyik bermain, bakul plastik yang digunakan Dwi Alfahri terlepas dari genggaman dan hanyut terbawa arus. Korban yang berusaha meraih kembali alat bermainnya tersebut justru terperosok ke bagian sungai yang dalam. Dengan kedalaman air yang diperkirakan mencapai 2 meter, korban seketika tenggelam dan hilang dari pandangan teman-temannya.
Kekhawatiran warga mulai memuncak saat sore hari tiba namun korban tak kunjung kembali ke rumah. Warga setempat segera menyisir area sungai sembari melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Ngaliyan dan tim Basarnas Kota Semarang.

Ketegangan pecah pada pukul 19.15 WIB. Seorang warga bernama Bambang (yang akrab disapa Kutuk), bersama warga lainnya, berhasil menemukan tubuh korban di dasar sungai.
Evakuasi segera dilakukan secara bersama-sama oleh warga dengan bantuan personel TNI Polri dan Basarnas yang telah berada di lokasi kejadian.
Isak tangis histeris keluarga dan tetangga tak terbendung saat jenazah Dwi Alfahri diangkat dari air. Banyak warga yang tidak menyangka bahwa aktivitas bermain yang biasa dilakukan anak-anak di kampung tersebut akan berakhir dengan tragedi memilukan.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran air atau sungai, guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











