SEKOTONG BARAT , 1 Februari 2026– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) melakukan terobosan dalam pengembangan potensi daerah melalui program Pemetaan Spasial Destinasi Wisata dan Administrasi Desa.
Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk mendorong pariwisata berkelanjutan di Desa Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat, dengan memadukan teknologi data dan partisipasi aktif masyarakat.

Program yang berlangsung sejak Desember 2025 ini bertujuan menciptakan sistem perencanaan pembangunan desa yang presisi. Dengan mengandalkan data spasial yang akurat, Pemerintah Desa Sekotong Barat kini memiliki basis data digital untuk menentukan arah kebijakan pariwisata yang lebih terukur.
Proses pemetaan dilakukan melalui beberapa tahapan teknis, di antaranya:
Survei Lapangan: Peninjauan langsung titik-titik potensial.
Teknologi GPS: Pengambilan koordinat akurat untuk akurasi lokasi.
Diskusi Partisipatif: Menggali nilai sejarah dan budaya lokal bersama warga.
Pengolahan SIG: Data mentah diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi peta digital dan cetak.
Peta yang dihasilkan mencakup seluruh kekayaan alam desa, mulai dari kawasan pantai, zona wisata bahari, hingga potensi budaya yang selama ini belum terdata secara sistematis.
“Potensi wisata kita besar, tetapi belum tertata maksimal. Dengan pemetaan ini, kami terbantu melihat desa secara utuh dan merencanakan pengembangan dengan lebih jelas,” ujar Sekretaris Desa Sekotong Barat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KKN PMD Unram Sekotong Barat menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah keberlanjutan.
“Kami ingin KKN ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang. Melalui pemetaan spasial, desa kini memiliki aset data yang bisa digunakan dan dikembangkan terus-menerus oleh pemerintah desa maupun masyarakat,” ungkapnya.
Harapannya, Desa Sekotong Barat tidak hanya menjadi destinasi yang indah di mata wisatawan, tetapi juga menjadi model desa wisata yang dikelola secara profesional, berkeadilan, dan berbasis data. Dengan pijakan yang kuat, potensi alam yang melimpah diharapkan mampu dikonversi menjadi sumber kesejahteraan nyata bagi seluruh warga desa.
Penulis : Ningsih
Editor : Redaksi











