Pijakan Bolong dan Keropos: JPO Depan Kodam Banyumanik Jadi “Jalur Maut” bagi Pejalan Kaki

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG — Sarana penyeberangan orang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, tepatnya di depan Kodam IV/Diponegoro, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Banyaknya pijakan kaki yang rusak dan berlubang membuat fasilitas umum ini tak lagi memberikan rasa aman, melainkan ancaman bagi siapa saja yang melintas.

Berdasarkan laporan warga pada Rabu, 28 Januari 2026, JPO yang menjadi akses vital bagi warga Banyumanik ini dipenuhi dengan titik-titik kerusakan pada bagian lantainya. Pijakan yang keropos dan berlubang memaksa pengguna jalan untuk ekstra waspada agar kaki tidak terperosok.

Kondisi ini membuat warga, terutama pendatang baru, merasa ngeri saat hendak menyeberang. “Wong anyar nek lewat jembatan iki mesti mikir pindho (Orang baru kalau lewat jembatan ini pasti berpikir dua kali),” tulis laporan warga dalam unggahan video terkini.

Kerusakan yang terjadi di banyak titik pijakan ini mengindikasikan bahwa hampir tidak ada upaya perawatan rutin dari dinas terkait. Hal ini memicu gelombang protes dan pertanyaan kritis dari masyarakat Semarang mengenai transparansi anggaran pemeliharaan infrastruktur publik.

“Berarti selama ini tidak pernah ada perawatan… Terus uangnya dikemanakan?” cetus salah seorang warga Pengguna JPO.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Semarang agar tidak menunggu jatuh korban jiwa untuk bertindak. Kerusakan pada pijakan JPO ini sangat berbahaya, terutama pada malam hari atau saat hujan turun, di mana lubang-lubang pada lantai jembatan sulit terlihat.

Perbaikan Permanen: Mengganti material pijakan yang sudah keropos dengan material yang lebih kokoh.

Audit Fasilitas: Melakukan pengecekan menyeluruh pada seluruh JPO di Semarang yang kondisinya serupa.

Transparansi Pemeliharaan: Kejelasan mengenai alokasi dana perawatan agar fasilitas publik tetap layak guna.

Sampai berita ini disusun, JPO tersebut masih dibiarkan dalam kondisi rusak tanpa ada tanda-tanda perbaikan dari pihak berwenang.

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi di Sungai Silandak: Niat Mengambil Bakul Hanyut, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
Kecelakaan Maut di Perempatan Milo Semarang, Dua Pengendara Motor Tewas
Abaikan K3, Proyek Ashta Home by 88 Baja Group di Kota Semarang Disorot
45 Tahun Menanti Keadilan, Nenek Sutapriyatun Minta Kapolri Usut Tuntas Laporan Polisi yang “Hilang”
Mencekam! Video Detik-detik Peledakan Gunung Karang di Cipongkor Viral, Warga Khawatir Longsor
Sidang Memanas, Terdakwa Botok dan Teguh Bakar Salinan BAP di PN Pati
BREAKING NEWS: Aksi Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Mijen Semarang, Korban Selamat Usai Terjun ke Sungai Dangkal
Bencana di Kaki Slamet: Banjir Bandang dan Longsor Lumpur Terjang Pemalang, Diduga Akibat Izin Tambang
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:46 WIB

Tragedi di Sungai Silandak: Niat Mengambil Bakul Hanyut, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Kamis, 19 Februari 2026 - 02:28 WIB

Kecelakaan Maut di Perempatan Milo Semarang, Dua Pengendara Motor Tewas

Jumat, 6 Februari 2026 - 07:21 WIB

Abaikan K3, Proyek Ashta Home by 88 Baja Group di Kota Semarang Disorot

Jumat, 30 Januari 2026 - 03:53 WIB

45 Tahun Menanti Keadilan, Nenek Sutapriyatun Minta Kapolri Usut Tuntas Laporan Polisi yang “Hilang”

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:07 WIB

Pijakan Bolong dan Keropos: JPO Depan Kodam Banyumanik Jadi “Jalur Maut” bagi Pejalan Kaki

Berita Terbaru