TRENDING JATENG
SEMARANG – Program unggulan bantuan dana Rp25 juta per RT dari Pemerintah Kota Semarang kini tengah dihantam isu miring. Polemik memanas di wilayah RT 03 RW 09, Dworowati 4, Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, setelah warga membongkar dugaan praktik “laporan siluman” yang menyeret oknum Ketua RT berinisial TS.
Warga mencium adanya ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran pembangunan lingkungan tersebut. Selain dugaan penggunaan dana untuk kepentingan pribadi, warga juga menemukan bukti nyata berupa fasilitas lingkungan yang terbengkalai meski dana telah dicairkan hampir sepenuhnya.
Rincian Dana Cair, Fasilitas Kampung “Mati”
Berdasarkan dokumen yang beredar, total dana bantuan sebesar Rp25.000.000 telah dicairkan dalam tiga tahap selama tahun 2025:
* Agustus 2025: Rp13.375.000
* September 2025: Rp4.250.000
* November 2025: Rp6.675.000
* Sisa Saldo: Hanya tersisa Rp700.000 di Bank Jateng.
Meski dana senilai Rp24,3 juta telah ditarik, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Warga mengeluhkan banyaknya lampu jalan kampung yang mati dan gelap gulita di malam hari. Selain itu, janji pengadaan tong sampah bagi warga hingga kini hanya menjadi wacana tanpa realisasi fisik.
Kejanggalan semakin kuat saat warga meninjau berkas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Ditemukan sejumlah nota belanja dari toko berbeda namun memiliki corak tulisan tangan yang identik, memicu dugaan rekayasa laporan.
Lebih lanjut, aturan tata kelola organisasi diduga ditabrak oleh oknum TS. Dana yang seharusnya dikelola oleh Bendahara RT justru diminta secara paksa untuk dikuasai sendiri. Bahkan, sekretaris RT kabarnya akan diganti secara sepihak hanya karena dianggap tidak sejalan dengan kemauan sang ketua.
“Uang itu hak warga. Katanya mau buat lampu jalan dan tong sampah, tapi nyatanya gelap semua. Laporannya seperti siluman, barangnya fiktif, tapi uangnya habis. Kami sudah tidak percaya lagi,” tegas salah satu warga dengan nada kecewa.
Buntut dari keresahan ini, warga RT 03 RW 09 melayangkan tuntutan keras agar segera diadakan pemilihan Ketua RT baru. Warga mendesak pihak Kelurahan Krobokan dan Kecamatan Semarang Barat untuk melakukan audit transparan guna menyelamatkan program Walikota Semarang dari praktik oknum yang merugikan lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu itikad baik dan pertanggungjawaban terbuka dari oknum TS terkait raibnya anggaran puluhan juta rupiah tersebut.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











