Pagar Nusa Kota Semarang Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Tewasnya Anggota di Tangan Geng Balap Liar

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SEMARANG, JATENG – Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kota Semarang menyatakan sikap tegas atas wafatnya salah satu anggota mereka, Mohammad Bimo Saputra (17). Korban meninggal dunia setelah diduga menjadi sasaran kekerasan jalanan oleh kelompok balapan liar di Jembatan Layang Ganefo Mranggen, Kabupaten Demak, pada Jumat dini hari (26/12/2025).

Melalui pernyataan resmi pada Sabtu (27/12/2025), Pagar Nusa meminta aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan hingga tuntas.

Ketua Dewan Penasehat PC Pagar Nusa Kota Semarang, Lukman Muhajir, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa warga Dukuh Blancir, Kelurahan Plamongansari tersebut. Ia menegaskan bahwa organisasi sepenuhnya mempercayakan proses hukum kepada kepolisian.

“Kami mendorong agar peristiwa ini diusut secara tuntas dan adil. Ini menjadi keprihatinan bersama atas maraknya kekerasan jalanan yang mengancam keselamatan generasi muda,” ujar Lukman dalam keterangan tertulisnya.

Selain menuntut keadilan bagi korban, Pagar Nusa juga mendesak adanya peningkatan patroli dan tindakan tegas terhadap aktivitas balapan liar di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang dan Demak, demi menjaga ketertiban umum.

Menyikapi situasi yang memanas di akar rumput, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kota Semarang mengeluarkan instruksi penting bagi seluruh anggotanya:

Tetap Tenang: Anggota diminta tidak terpancing emosi atau melakukan aksi balasan yang melanggar hukum.

Koordinasi Lintas Wilayah: Penanganan kasus ini dilakukan secara organisatoris melalui koordinasi antara PC Pagar Nusa Kota Semarang dan PC Pagar Nusa Kabupaten Demak.

Supremasi Hukum: Menyerahkan sepenuhnya pembuktian dan sanksi kepada pihak berwenang.

“Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan memberikan kepercayaan penuh kepada proses hukum yang sedang berjalan,” tutup Lukman.

Organisasi juga mendoakan almarhum Mohammad Bimo Saputra agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jateng Cup 2026: Lebih dari Sekadar Ajang E-Sport, Ragam Hiburan Siap Manjakan Warga di Colomadu
Sarat Celah Korupsi, RPK-RI Desak Kejagung Sisir Vendor MBG dan SPPG di Kota Semarang dan Jateng!
Tekan Risiko Gagal Ginjal Remaja, Puskesmas Bulu Lor Gagas Gerakan Skrining Urine dan Minum Air Bersama di Sekolah
LMKPAI Soroti Dugaan Pengabaian K3 dalam Pembersihan Tunggak Kayu di Bendung Juwero, Kendal
Pelayanan Verifikasi PPDB SMAN 11 Semarang Dikeluhkan, Wali Murid Curhat di Medsos Soal Simpang Siur Antrean
Ketum RPK-RI Ingatkan Haris Soal Konsekuensi Hukum Terkait Isu Intimidasi di Ranah TP3KS
Modus Rental, Mahasiswa di Semarang Gelapkan Puluhan Sepeda Motor, Berakhir Di Amankan Polisi
Ironi Gunung Mergi: Izin Diperbarui di Atas Lahan Sengketa, Dugaan Kongkalikong Mencuat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:06 WIB

Kapolda Jateng Cup 2026: Lebih dari Sekadar Ajang E-Sport, Ragam Hiburan Siap Manjakan Warga di Colomadu

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:55 WIB

Sarat Celah Korupsi, RPK-RI Desak Kejagung Sisir Vendor MBG dan SPPG di Kota Semarang dan Jateng!

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Tekan Risiko Gagal Ginjal Remaja, Puskesmas Bulu Lor Gagas Gerakan Skrining Urine dan Minum Air Bersama di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:08 WIB

LMKPAI Soroti Dugaan Pengabaian K3 dalam Pembersihan Tunggak Kayu di Bendung Juwero, Kendal

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:14 WIB

Pelayanan Verifikasi PPDB SMAN 11 Semarang Dikeluhkan, Wali Murid Curhat di Medsos Soal Simpang Siur Antrean

Berita Terbaru