KOTA SEMARANG – Suasana hari libur tidak mengurangi khidmat dan semangat pelaksanaan Gebyar Khotmil Qur’an ke-14 dan Imtihan Metode Qiroati yang digelar oleh MI Nurul Islam. Acara yang berlangsung pada Kamis (14/5/2026) M atau bertepatan dengan 27 Dzulqa’dah 1447 H ini ditempatkan di Gedung Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Semarang sebagai wujud rasa syukur atas tuntasnya pembelajaran Al-Qur’an oleh para talamidz (siswa).
Ketua Panitia Kegiatan, Agus Haryadi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran acara dari awal persiapan hingga purna. Menurutnya, kesuksesan ini tidak lepas dari sinergi kuat berbagai pihak.

“Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan sukses. Dukungan dari pihak yayasan, lembaga, dan orang tua sangat luar biasa. Indikator kesuksesan ini terlihat dari khusyuknya prosesi khataman, serta anak-anak yang dengan hebat mampu menjawab semua pertanyaan tim penguji hingga dinyatakan lulus 100 persen,” ujar Agus Haryadi.
Kepala MI Nurul Islam, Ustadz Jumaidi, S.Pd.I., dalam sambutannya menjelaskan bahwa agenda tahunan ini diikuti oleh siswa-siswi yang telah dinyatakan lulus ujian EBTAQ (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati) tahun ajaran 2025/2026.
“Peserta khotmil Qur’an kali ini bervariasi, mulai dari siswa kelas 2, 3, 4, 5, dan sebagian dari kelas 6,” terang Ustadz Jumaidi.
Apresiasi tinggi datang dari Pengawas Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Hj. Mafruhatun. Dalam sambutannya, ia mengaku sangat bangga dengan capaian MI Nurul Islam. Ia mengungkapkan bahwa Kemenag Kota Semarang saat ini sedang mencanangkan standardisasi pendidikan baca-tulis Al-Qur’an menggunakan metode Qiroati untuk seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya.
“MI Nurul Islam ini merupakan salah satu pionir sekaligus barometer dan standarisasinya di Kota Semarang,” tegas Hj. Mafruhatun.
Kebanggaan tersebut diperkuat oleh pernyataan Ust. Huda selaku Korcam sekaligus Pengasuh Qiroati Nurul Islam, serta Hj. Lathifah Hanum selaku Koordinator Tahfidz dan Qiroaty Nurul Islam—yang juga merupakan dzurriyah (keturunan) dari penemu metode Qiroati, KH Dahlan Salim Zarkasyi.
Di sisi lain, Pembina Yayasan Baiturrohim Ringinwok, KH Achmad Nasir, mengaku sangat terharu sekaligus bangga melihat kelancaran para siswa saat diuji secara langsung (imtihan) di atas panggung. Atas prestasi tersebut, ia memberikan hadiah langsung kepada para santri.
“Karena semuanya sudah dikhatamkan dengan sempurna dan bisa menjawab pertanyaan penguji, maka nanti semua anak akan mendapatkan hadiah khusus dari pembina yayasan,” tutur KH Achmad Nasir disambut tepuk tangan bahagia para wali murid.
Metode Qiroati memang dikenal sangat ketat dalam menjaga mutu. Perwakilan pengajar menekankan bahwa metode ini berfokus pada kualitas tartil dan tajwid yang benar, bukan sekadar kecepatan menyelesaikan hafalan. Rasa haru dan deg-degan para guru terbayar lunas saat menyaksikan anak-anak didik mereka fasih menjawab pertanyaan seputar tajwid dan gharib di hadapan publik.
Pihak panitia pun berharap, momentum kelulusan ini bukan menjadi akhir dari interaksi siswa dengan Al-Qur’an.
“Harapan kami, setelah lulus Qiroati ini anak-anak tidak berhenti belajar. Semoga mereka terus mendalami, mengamalkan, dan melanjutkan ke jenjang berikutnya, baik itu program hafalan (tahfidz) maupun pendalaman tartil yang lebih tinggi, sehingga menjadi generasi yang benar-benar Qur’ani,” pungkas perwakilan panitia.
Acara yang berlangsung semarak ini turut dihadiri oleh Kabid Pendidikan Yayasan KH Muthohir Kasib, Korcab Qiroati Ngaliyan KH Nurul Huda, Kepala RA Hj. Uswatin Hasanah, Kepala MTs Ustadz Muhammad Syukron, serta jajaran Forum Komunikasi Wali Murid (FKWM) beserta seluruh orang tua wali santri.
(A. H42Y4D1/NBA)
Penulis : Hendra
Editor : Redaksi











