PATI – Suasana di depan Mapolres Pati mendadak mencekam pada Jumat (1/5/2026). Sebuah rekaman video yang memperlihatkan kericuhan antara sejumlah massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu(AMPB) dengan aparat kepolisian viral di media sosial. Insiden ini dipicu oleh upaya pemasangan banner posko di sebuah mobil yang terparkir di area tersebut.
Kericuhan bermula saat Komandan AMPB hendak memasang banner pada sebuah unit mobil yang difungsikan sebagai posko di depan Polres Pati. Saat proses pemasangan berlangsung, seorang anggota kepolisian menghampiri dan secara spontan melepas banner tersebut.
Aksi petugas ini langsung memancing reaksi keras dari dua simpatisan bernama Botok dan Teguh. Keduanya terlibat aksi tarik-menarik banner dengan petugas untuk mempertahankan atribut mereka. Situasi kian tak terkendali ketika seorang wanita berlari dari arah kiri dan ikut masuk ke dalam pusaran keributan, memprotes tindakan represif petugas.
Dalam rekaman yang beredar, terdengar teriakan Teguh yang mempertanyakan dasar hukum pelarangan pemasangan banner di lokasi tersebut.
“Ini jalan punya siapa? Saya juga punya surat!” teriak Teguh di tengah kerumunan.
Namun, pihak kepolisian tetap bersikap tegas. Petugas meminta massa untuk membubarkan diri dan memindahkan posko tersebut dari area publik di depan Mapolres.
“Silakan keluar, buat posko di rumah masing-masing,” tegas salah satu petugas di lokasi.
Ketegangan ini sejatinya sudah terendus sejak beberapa hari sebelumnya. Diketahui pada 29 April 2026, perwakilan AMPB telah melayangkan surat izin resmi untuk mendirikan Posko Keadilan.
Namun, sehari berselang (30/4/2026), muncul gelombang penolakan masif. Beredar surat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh berbagai elemen masyarakat, organisasi masyarakat (ormas), hingga serikat pekerja di Pati yang menolak keberadaan posko tersebut.
Beberapa pihak yang tercantum menandatangani penolakan tersebut di antaranya:
Ketua PSHT Pati
Ketua Kera Sakti
Ketua PSH Winongo
Ketua Pagar Nusa Pati
Ketua GRAB Pati
Ketua SHOPEEFOOD
Hingga berita ini diturunkan, situasi di depan Polres Pati dilaporkan telah kondusif, namun penjagaan tetap diperketat guna mengantisipasi kericuhan susulan. Belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Kapolres Pati mengenai insiden pencopotan banner dan penolakan dari berbagai elemen ormas tersebut.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











