Ricuh di Depan Polres Pati! Pemasangan Banner Posko AMPB Berujung Keributan dengan Petugas Kepolisian

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – Suasana di depan Mapolres Pati mendadak mencekam pada Jumat (1/5/2026). Sebuah rekaman video yang memperlihatkan kericuhan antara sejumlah massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu(AMPB) dengan aparat kepolisian viral di media sosial. Insiden ini dipicu oleh upaya pemasangan banner posko di sebuah mobil yang terparkir di area tersebut.

Kericuhan bermula saat Komandan AMPB hendak memasang banner pada sebuah unit mobil yang difungsikan sebagai posko di depan Polres Pati. Saat proses pemasangan berlangsung, seorang anggota kepolisian menghampiri dan secara spontan melepas banner tersebut.

Aksi petugas ini langsung memancing reaksi keras dari dua simpatisan bernama Botok dan Teguh. Keduanya terlibat aksi tarik-menarik banner dengan petugas untuk mempertahankan atribut mereka. Situasi kian tak terkendali ketika seorang wanita berlari dari arah kiri dan ikut masuk ke dalam pusaran keributan, memprotes tindakan represif petugas.

Dalam rekaman yang beredar, terdengar teriakan Teguh yang mempertanyakan dasar hukum pelarangan pemasangan banner di lokasi tersebut.

“Ini jalan punya siapa? Saya juga punya surat!” teriak Teguh di tengah kerumunan.

Namun, pihak kepolisian tetap bersikap tegas. Petugas meminta massa untuk membubarkan diri dan memindahkan posko tersebut dari area publik di depan Mapolres.

“Silakan keluar, buat posko di rumah masing-masing,” tegas salah satu petugas di lokasi.

Ketegangan ini sejatinya sudah terendus sejak beberapa hari sebelumnya. Diketahui pada 29 April 2026, perwakilan AMPB telah melayangkan surat izin resmi untuk mendirikan Posko Keadilan.

Namun, sehari berselang (30/4/2026), muncul gelombang penolakan masif. Beredar surat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh berbagai elemen masyarakat, organisasi masyarakat (ormas), hingga serikat pekerja di Pati yang menolak keberadaan posko tersebut.

Beberapa pihak yang tercantum menandatangani penolakan tersebut di antaranya:

Ketua PSHT Pati

Ketua Kera Sakti

Ketua PSH Winongo

Ketua Pagar Nusa Pati

Ketua GRAB Pati

Ketua SHOPEEFOOD

Hingga berita ini diturunkan, situasi di depan Polres Pati dilaporkan telah kondusif, namun penjagaan tetap diperketat guna mengantisipasi kericuhan susulan. Belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Kapolres Pati mengenai insiden pencopotan banner dan penolakan dari berbagai elemen ormas tersebut.

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur
407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot
TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang
Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi
Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan
Kangen Band Mendadak Dinyatakan Bubar, Dodhy Singgung Kezaliman Internal, Andika Mengaku Bingung
SPBN Bulu Jepara Disorot Nelayan, Penyaluran Solar Subsidi Diduga Dimonopoli Mafia BBM
Sidang Gardu Induk Jepara Memanas, Majelis Hakim Pertanyakan Data PLN dan Status Tanah
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 07:49 WIB

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur

Selasa, 22 September 2026 - 02:24 WIB

407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot

Senin, 21 September 2026 - 10:44 WIB

TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang

Sabtu, 19 September 2026 - 07:23 WIB

Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi

Sabtu, 19 September 2026 - 02:40 WIB

Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan

Berita Terbaru