Tragedi di Sungai Silandak: Niat Mengambil Bakul Hanyut, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Keceriaan siang hari di Kampung Silandak, RT 12 RW 13, Kelurahan Purwoyoso, Ngaliyan, berubah menjadi duka yang menyayat hati. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Dwi Alfahri ditemukan meninggal dunia di dasar sungai sedalam dua meter setelah dilaporkan hilang saat bermain bersama teman-temannya pada Kamis (19/2/2026).

Peristiwa bermula saat Dwi Alfahri sedang asyik bermain petak umpet bersama dua rekannya, A dan F, di sekitar lingkungan rumah pada pukul 11.00 WIB.

Memasuki pukul 12.00 WIB, ketiga bocah tersebut memutuskan untuk beranjak ke sebuah sungai kecil di dekat pemukiman dengan niat mencari ikan kecil menggunakan bakul plastik sebagai jaring.

Nahas, saat sedang asyik bermain, bakul plastik yang digunakan Dwi Alfahri terlepas dari genggaman dan hanyut terbawa arus. Korban yang berusaha meraih kembali alat bermainnya tersebut justru terperosok ke bagian sungai yang dalam. Dengan kedalaman air yang diperkirakan mencapai 2 meter, korban seketika tenggelam dan hilang dari pandangan teman-temannya.

Kekhawatiran warga mulai memuncak saat sore hari tiba namun korban tak kunjung kembali ke rumah. Warga setempat segera menyisir area sungai sembari melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Ngaliyan dan tim Basarnas Kota Semarang.

Ketegangan pecah pada pukul 19.15 WIB. Seorang warga bernama Bambang (yang akrab disapa Kutuk), bersama warga lainnya, berhasil menemukan tubuh korban di dasar sungai.

Evakuasi segera dilakukan secara bersama-sama oleh warga dengan bantuan personel TNI Polri dan Basarnas yang telah berada di lokasi kejadian.

Isak tangis histeris keluarga dan tetangga tak terbendung saat jenazah Dwi Alfahri diangkat dari air. Banyak warga yang tidak menyangka bahwa aktivitas bermain yang biasa dilakukan anak-anak di kampung tersebut akan berakhir dengan tragedi memilukan.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran air atau sungai, guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Perempatan Milo Semarang, Dua Pengendara Motor Tewas
Abaikan K3, Proyek Ashta Home by 88 Baja Group di Kota Semarang Disorot
45 Tahun Menanti Keadilan, Nenek Sutapriyatun Minta Kapolri Usut Tuntas Laporan Polisi yang “Hilang”
Pijakan Bolong dan Keropos: JPO Depan Kodam Banyumanik Jadi “Jalur Maut” bagi Pejalan Kaki
Mencekam! Video Detik-detik Peledakan Gunung Karang di Cipongkor Viral, Warga Khawatir Longsor
Sidang Memanas, Terdakwa Botok dan Teguh Bakar Salinan BAP di PN Pati
BREAKING NEWS: Aksi Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Mijen Semarang, Korban Selamat Usai Terjun ke Sungai Dangkal
Bencana di Kaki Slamet: Banjir Bandang dan Longsor Lumpur Terjang Pemalang, Diduga Akibat Izin Tambang
Berita ini 1,895 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:46 WIB

Tragedi di Sungai Silandak: Niat Mengambil Bakul Hanyut, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Kamis, 19 Februari 2026 - 02:28 WIB

Kecelakaan Maut di Perempatan Milo Semarang, Dua Pengendara Motor Tewas

Jumat, 6 Februari 2026 - 07:21 WIB

Abaikan K3, Proyek Ashta Home by 88 Baja Group di Kota Semarang Disorot

Jumat, 30 Januari 2026 - 03:53 WIB

45 Tahun Menanti Keadilan, Nenek Sutapriyatun Minta Kapolri Usut Tuntas Laporan Polisi yang “Hilang”

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:07 WIB

Pijakan Bolong dan Keropos: JPO Depan Kodam Banyumanik Jadi “Jalur Maut” bagi Pejalan Kaki

Berita Terbaru