SEMARANG — Sarana penyeberangan orang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, tepatnya di depan Kodam IV/Diponegoro, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Banyaknya pijakan kaki yang rusak dan berlubang membuat fasilitas umum ini tak lagi memberikan rasa aman, melainkan ancaman bagi siapa saja yang melintas.
Berdasarkan laporan warga pada Rabu, 28 Januari 2026, JPO yang menjadi akses vital bagi warga Banyumanik ini dipenuhi dengan titik-titik kerusakan pada bagian lantainya. Pijakan yang keropos dan berlubang memaksa pengguna jalan untuk ekstra waspada agar kaki tidak terperosok.
Kondisi ini membuat warga, terutama pendatang baru, merasa ngeri saat hendak menyeberang. “Wong anyar nek lewat jembatan iki mesti mikir pindho (Orang baru kalau lewat jembatan ini pasti berpikir dua kali),” tulis laporan warga dalam unggahan video terkini.
Kerusakan yang terjadi di banyak titik pijakan ini mengindikasikan bahwa hampir tidak ada upaya perawatan rutin dari dinas terkait. Hal ini memicu gelombang protes dan pertanyaan kritis dari masyarakat Semarang mengenai transparansi anggaran pemeliharaan infrastruktur publik.
“Berarti selama ini tidak pernah ada perawatan… Terus uangnya dikemanakan?” cetus salah seorang warga Pengguna JPO.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Semarang agar tidak menunggu jatuh korban jiwa untuk bertindak. Kerusakan pada pijakan JPO ini sangat berbahaya, terutama pada malam hari atau saat hujan turun, di mana lubang-lubang pada lantai jembatan sulit terlihat.
Perbaikan Permanen: Mengganti material pijakan yang sudah keropos dengan material yang lebih kokoh.
Audit Fasilitas: Melakukan pengecekan menyeluruh pada seluruh JPO di Semarang yang kondisinya serupa.
Transparansi Pemeliharaan: Kejelasan mengenai alokasi dana perawatan agar fasilitas publik tetap layak guna.
Sampai berita ini disusun, JPO tersebut masih dibiarkan dalam kondisi rusak tanpa ada tanda-tanda perbaikan dari pihak berwenang.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











