SEMARANG – Suasana di lantai dasar Java Mall, Jalan MT. Haryono, Lamper Kidul, Semarang Selatan mendadak tegang pada Minggu (26/4/2026) malam. Belasan orang yang mengaku sebagai korban penipuan menggeruduk kantor tenant Biro Umroh Al Amanah sekitar pukul 20.00 WIB.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan para calon jemaah yang hingga kini tidak kunjung diberangkatkan ke Tanah Suci. Berdasarkan keterangan di lokasi, para korban diduga telah mengalami kerugian kolektif mencapai ratusan juta rupiah.
Para korban mendatangi kantor biro tersebut saat pemilik Al Amanah diketahui sedang berada di lokasi. Mendapat kepungan mendadak, pemilik biro tampak tidak berkutik dan hanya bisa terdiam saat para jemaah menuntut pengembalian uang (refund) serta kejelasan status keberangkatan mereka.
Salah satu calon jemaah mengungkapkan bahwa janji keberangkatan seharusnya sudah terealisasi sejak Desember 2025. Namun, hingga memasuki bulan April 2026, pihak biro terus memberikan alasan tanpa kepastian yang jelas.
“Kami sudah menunggu sejak akhir tahun lalu. Total kerugian kami tidak sedikit, ada yang sudah setor lunas puluhan juta per orang tapi hanya dijanjikan terus,” ujar salah satu kerumunan massa di lokasi.
Ketegangan berlangsung cukup lama, mulai dari pukul 20.00 WIB hingga jam operasional mal berakhir. Untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis, sejumlah personel kepolisian tiba di lokasi guna mengamankan situasi dan melakukan mediasi awal.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa:
Laporan Resmi: Para calon jemaah telah melayangkan laporan dugaan penipuan ini ke Polrestabes Semarang.
Status Terlapor: Pemilik biro saat ini dalam pengawasan pihak berwajib untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kondisi Lokasi: Situasi mulai kondusif setelah pihak kepolisian menggiring pihak terkait untuk proses hukum lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Java Mall maupun perwakilan resmi Biro Umroh Al Amanah belum memberikan pernyataan tertulis terkait insiden tersebut.
Penulis : Koes Wibowo
Editor : Redaksi











