SEMARANG, 23 Januari 2026– Sudah sepekan lebih warga RW 07 Tambak Sari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, harus bertaruh nyawa demi menjalankan aktivitas sehari-hari. Sejak jembatan utama hanyut diterjang banjir pada 15 Januari 2026 lalu, wilayah tersebut kini terisolasi.
Untuk keluar masuk perkampungan, warga kini mengandalkan rakit bambu sederhana sebagai satu-satunya sarana transportasi darat yang tersisa. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang harus bekerja setiap pagi.
Akses Putus Total: Jembatan yang menjadi nadi ekonomi dan mobilitas warga hilang terbawa arus deras saat banjir besar melanda minggu lalu.
Mobilitas Terhambat: Aktivitas ekonomi, sekolah, dan distribusi logistik mengalami kendala besar karena warga harus mengantre menggunakan rakit.
Harapan Warga: Masyarakat sangat mengharapkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Semarang untuk segera melakukan langkah darurat.
“Kami sangat kesulitan. Rakit ini hanya solusi sementara dan berbahaya kalau arus sungai kembali deras. Kami mohon Pemkot Semarang segera membangun jembatan penyeberangan, setidaknya jembatan darurat agar kami tidak terisolasi lebih lama,” ujar salah satu warga setempat.
Hingga saat ini, warga masih menanti kepastian pembangunan kembali infrastruktur yang rusak tersebut. Urgensi pembangunan jembatan ini menjadi prioritas utama mengingat wilayah Tambak Sari merupakan area yang cukup padat aktivitas.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Warga Mangkang Wetan











