SEMARANG – Dunia akademik di Kota Semarang kembali diguncang kabar yang menghebohkan publik. Seorang dosen di lingkungan UIN Walisongo Semarang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswi.
Kasus ini viral usai beredarnya unggahan di media sosial yang memuat aduan para korban. Dalam unggahan tersebut, oknum dosen disebut kerap mengirim pesan WhatsApp bernada tidak pantas hingga meminta foto vulgar kepada mahasiswi.
Informasi yang beredar langsung memicu kemarahan publik dan keresahan di kalangan mahasiswa. Banyak pihak mendesak kampus agar bertindak tegas dan transparan dalam mengusut kasus yang dinilai mencoreng dunia pendidikan itu.
Wakil Ketua DEMA UIN Walisongo, Yusuf Aditya Pratama, membenarkan bahwa pihak mahasiswa tengah melakukan koordinasi dan pengumpulan data terkait dugaan kasus tersebut. Ia menyebut korban diduga lebih dari satu orang.
“Dari beberapa informasi yang terkait bisa dipastikan lebih dari satu,” ungkapnya.
Tak hanya mahasiswa, pihak kampus juga mulai bergerak. Humas UIN Walisongo menyatakan bahwa dugaan kasus tersebut kini sedang dalam proses penanganan internal. Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Satgas PPKS, hingga tim etik kampus disebut telah dilibatkan untuk melakukan investigasi mendalam.
Publik kini menanti langkah tegas pihak kampus terhadap oknum yang diduga terlibat. Banyak pihak berharap kasus ini tidak berhenti di meja klarifikasi semata, namun benar-benar diusut demi memberikan rasa aman bagi mahasiswa di lingkungan pendidikan.
Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa kampus seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar, bukan tempat lahirnya rasa takut bagi para mahasiswa.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











