JAKARTA – Pemerintah secara resmi mewacanakan pemberlakuan kembali sistem pembelajaran jarak jauh (daring) serta kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sektor swasta mulai April 2026.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah melonjaknya kebutuhan energi nasional dan ketidakpastian kondisi geopolitik global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam keterangannya pada Rabu (18/3), menjelaskan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah telah memberikan tekanan besar pada pasokan energi dunia.
“Pengurangan aktivitas perjalanan melalui kerja fleksibel merupakan salah satu cara paling efektif untuk menghemat energi secara nasional saat ini,” ujar Bahlil.
Pemerintah optimistis bahwa transisi ini akan berjalan lebih mulus dengan berkaca pada pengalaman masa pandemi Covid-19. Selain penghematan energi, kebijakan ini diharapkan menjadi katalisator percepatan transformasi digital di berbagai sektor yang sempat melambat pasca-pandemi.
Meski direncanakan mulai berlaku pada April mendatang, pemerintah menekankan bahwa penerapan WFA dan sekolah daring tidak akan dilakukan secara serentak, melainkan melalui beberapa tahapan:
Uji Coba Wilayah: Fokus awal pada kota-kota besar dengan tingkat kemacetan dan konsumsi BBM tertinggi.
Sektor Prioritas: ASN di instansi non-pelayanan publik akan menjadi pionir sebelum diikuti oleh sektor swasta.
Evaluasi Berkala: Efektivitas penghematan energi akan dipantau setiap bulan untuk menentukan kelanjutan program.
Senada dengan Menteri ESDM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya juga telah mengisyaratkan rencana penerapan WFH/WFA bagi pekerja usai momentum libur Lebaran tahun ini. Integrasi kebijakan antara sektor pendidikan dan ketenagakerjaan ini diharapkan mampu menciptakan pengurangan beban transportasi secara signifikan.
Hingga saat ini, kementerian terkait sedang mematangkan regulasi teknis agar produktivitas tetap terjaga meskipun mobilitas fisik dikurangi.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











