AMPB Gelar Aksi Desak KPK Periksa Kapolresta Pati Jaka dan Ketua DPRD Ali Badrudin Terkait Dugaan Penerimaan Suap

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi unjuk rasa di dua lokasi strategis, yakni depan Pendopo Kabupaten Pati dan gerbang Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati pada Rabu (15/4/2026). Dalam aksi tersebut, massa secara terbuka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memeriksa Kapolresta Pati Kombes Jaka serta Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, atas dugaan praktik suap terkait polemik Kriminalisasi Dan hak angket.

Dua tokoh penggerak AMPB, Botok dan Teguh Supriyanto, memimpin aksi dengan membentangkan spanduk berisi tuntutan keras. Spanduk tersebut secara spesifik menuding Kapolresta Pati diduga keras menerima aliran dana dari Sudewo —mantan Bupati Pati yang kini telah berstatus tersangka Kasus Pemerasan/Pungli Jual Beli Jabatan.

Sementara itu, terhadap Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, massa menduga adanya keterlibatan suap dalam peristiwa hak angket yang sedianya ditujukan untuk melengserkan Sudewo dari jabatannya kala itu, namun akhirnya gagal disetujui.

Aksi di depan Polresta Pati sempat diwarnai ketegangan. Saat Botok berusaha membuka pintu gerbang, petugas dengan sigap menutupnya kembali. Hal ini memicu protes keras dari Teguh Supriyanto yang menilai tindakan tersebut menghambat pelayanan masyarakat.

“Nek masyarakat minta pelayanan piye iki, Polri untuk masyarakat kok pintunya ditutup,” ujar Teguh dengan nada tinggi.

Sebagai bentuk protes, keduanya memasang spanduk bertuliskan “KPK Tangkap Kapolresta” di pagar gerbang, sebelum akhirnya spanduk tersebut dicopot kembali tak lama kemudian.

Dalam pernyataannya, Botok menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk pengawasan masyarakat agar tidak ada celah bagi praktik korupsi di Kabupaten Pati.

“Harapan kami KPK segera memeriksa Kapolresta Pati dan Ketua DPRD Pati Ali Badrudin. Ini buntut dari Dugaan Kriminalisasi Dan hak angket yang waktu itu akan melengserkan Sudewo, namun tidak disetujui. Kami menduga ada suap di balik gagalnya hak angket tersebut.

Pengawasan proyek dan jalannya pemerintahan harus ketat karena itu adalah bagian dari tugas masyarakat,” tegas Botok.

Aksi yang diinisiasi oleh AMPB ini menjadi sorotan publik setelah rekaman kegiatannya viral di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak Polresta Pati maupun dari Ketua DPRD Pati Ali Badrudin terkait tuduhan yang dilayangkan oleh massa AMPB tersebut.

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti
Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat
Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?
Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya
Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Wanita Muda di Semarang Diduga Dianiaya di Rumah Sendiri, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Polsek Jepara Kota Diduga Lakukan Pembiaran dan Abaikan Aduan Masyarakat Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Pertalite
Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Ruang DPUPR dan Rumah Kerabat Disegel
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:30 WIB

Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:13 WIB

Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang

Berita Terbaru