Perjuangan Dwina: Penyintas Kanker Laporkan Suami (CEO PLTS) ke Polda Jabar atas Dugaan Penelantaran

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Seorang wanita penyintas (pejuang) kanker, Dwina Saptarika, mendatangi Mapolda Jawa Barat pada Rabu (14/1/2026) untuk mencari keadilan. Ia resmi melaporkan suaminya, Muhammad Fadil Salim, yang diketahui menjabat sebagai CEO di sebuah perusahaan PLTS, atas dugaan tindak pidana kekerasan psikis dan penelantaran.

Laporan ini menambah panjang daftar konflik hukum di antara keduanya. Berikut adalah poin-poin utama dari kasus tersebut:

1. Laporan Kedua dan Upaya Gelar Perkara Khusus

Pelaporan kali ini merupakan langkah hukum kedua yang ditempuh Dwina. Sebelumnya, ia sempat melaporkan suaminya ke Polrestabes Bandung atas dugaan pernikahan kembali di atas pernikahan yang sah (pernikahan siri tanpa izin).

Namun, laporan tersebut sempat dihentikan (SP3) oleh penyidik Polrestabes Bandung dengan kode A2 (tidak ditemukan unsur pidana). Tak menyerah, Dwina mengajukan permohonan Gelar Perkara Khusus di Polda Jabar yang telah dilaksanakan pada hari yang sama. Hingga saat ini, hasil gelar perkara tersebut bersifat tertutup untuk publik.

2. Tekanan Hukum Bertubi-tubi

Di tengah perjuangannya melawan penyakit kanker, Dwina mengaku harus menghadapi tekanan hukum dari berbagai sisi. Selain proses perceraian yang sedang bergulir di Pengadilan Agama, ia juga dilaporkan oleh pihak suami dan keluarga terkait UU ITE.

“Saya merasa didiskriminasi dan diintimidasi dengan pelaporan UU ITE tersebut. Padahal konten di Instagram pribadi saya tidak pernah menyebutkan nama spesifik atau ditujukan khusus kepada seseorang,” ungkap Dwina kepada awak media.

3. Harapan pada Penegak Hukum

Dwina berharap statusnya sebagai pejuang kanker tidak menyurutkan langkahnya dalam menuntut hak sebagai istri yang sah. Ia meminta kepada aparat penegak hukum untuk bersikap objektif dan menegakkan hukum sebagaimana mestinya.

“Saya hanya ingin keadilan. Saya memohon dukungan dari masyarakat dan netizen agar kasus ini bisa segera selesai dengan adil,” pungkasnya.

 

Penulis : Ningsih

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Jadi Lokasi Penimbunan Solar Ilegal, Gudang di Pegandon Kendal Luput dari Pantauan Aparat?
Polres Brebes Siap Jadi Pusat “Valet and Ride” Polda Jateng, Solusi Mudik Aman Idul Fitri 1447 H
Penusuk Advokat Bastian Sori Tertangkap di Semarang, 127 Pengacara KAI Bersatu
Polres Jepara Bersama Mahasiswa Bagikan Ratusan Takjil dan Edukasi Tertib Lalu Lintas
Skandal “Uang Damai” 300 Juta: Dugaan Tebang Pilih Kasus Narkoba di Polres Tegal Mencuat
Markas Pemalsu Dokumen Kendaraan di Purwodadi Digerebek
Perangi Narkoba di Internal Polri, Kapolri Instruksikan Tes Urine Serentak Seluruh Indonesia
Nasib Mobil Jazz K 8659 MC Tak Jelas: Korban Kecewa Penanganan Polsek Genuk Lambat dan Tak Sesuai Perkap Kapolri
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 07:49 WIB

Diduga Jadi Lokasi Penimbunan Solar Ilegal, Gudang di Pegandon Kendal Luput dari Pantauan Aparat?

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:08 WIB

Polres Brebes Siap Jadi Pusat “Valet and Ride” Polda Jateng, Solusi Mudik Aman Idul Fitri 1447 H

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:31 WIB

Penusuk Advokat Bastian Sori Tertangkap di Semarang, 127 Pengacara KAI Bersatu

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:03 WIB

Polres Jepara Bersama Mahasiswa Bagikan Ratusan Takjil dan Edukasi Tertib Lalu Lintas

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:08 WIB

Skandal “Uang Damai” 300 Juta: Dugaan Tebang Pilih Kasus Narkoba di Polres Tegal Mencuat

Berita Terbaru