Minta Waktu Konsultasi Operasi, Pasien di Kendal Diduga Diusir dan Dihina Oknum Dokter

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KENDAL – Pelayanan kesehatan di RS Charlie Hospital Jl. Ngabean, Gowok, Ngabean, Kec. Boja, Kabupaten Kendal, Jawa menjadi sorotan setelah seorang pasien perempuan berinisial TN melaporkan dugaan perlakuan tidak menyenangkan dari seorang oknum dokter bedah. Insiden ini mencuat setelah foto formulir Kritik dan Saran resmi rumah sakit beredar luas di media sosial.

Berdasarkan laporan tertulis tertanggal Jumat, 9 Januari 2026, peristiwa tersebut terjadi di ruang poli bedah. Kejadian bermula saat pasien meminta waktu untuk berpikir dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan suami serta keluarganya sebelum menyetujui tindakan operasi yang disarankan.

Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan yang edukatif, pasien mengaku justru diusir dari ruangan oleh oknum dokter berinisial dr. A.K. Dalam formulir tersebut, pasien juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima ucapan bernada kasar yang dianggap merendahkan martabatnya sebagai pasien.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pasien berinisial TN tersebut membubuhi tanda tangan pada formulir pengaduan dan menyampaikan beberapa poin tuntutan kepada pihak manajemen rumah sakit, di antaranya:

Penyediaan dokter bedah lain untuk penanganan medis selanjutnya.

Tindak lanjut tegas dari manajemen atas perilaku dokter yang bersangkutan.

Permintaan maaf secara langsung dari dr. A.K. serta komitmen untuk memperbaiki sikap dan etika pelayanan.

Hingga berita ini dimuat, pihak rumah sakit maupun dokter yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi versi mereka. Dokumen keluhan yang viral tersebut kini memicu diskusi publik mengenai pentingnya etika komunikasi tenaga medis serta hak pasien dalam mengambil keputusan medis (informed consent).

Sesuai kode etik kedokteran, setiap tenaga medis berkewajiban menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan empati dalam melayani pasien. Kasus ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme internal rumah sakit maupun komite etik profesi untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan di Kendal.

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti
Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Mall 23 POJ City Semarang Tempuh Jalur Hukum
Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat
Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?
Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya
Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Wanita Muda di Semarang Diduga Dianiaya di Rumah Sendiri, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Polsek Jepara Kota Diduga Lakukan Pembiaran dan Abaikan Aduan Masyarakat Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Pertalite
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Mall 23 POJ City Semarang Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:30 WIB

Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:13 WIB

Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru