Izin Kadaluwarsa Sejak 2022, Penjualan Limbah Thinner di Tambak Lorok Terancam Pidana Lingkungan!

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENDING JATENG

SEMARANG – Praktik penjualan limbah kimia jenis thinner di wilayah Tambak Lorok, Semarang Utara, kini berada dalam bidikan serius. Aktivitas yang dikelola oleh oknum berinisial TS tersebut diduga kuat melanggar hukum karena beroperasi tanpa izin resmi yang berlaku.

Saat dikonfirmasi awak media, TS berdalih memiliki izin yang ditandatangani oleh mantan Camat Semarang Utara, Aniceto (Pak Amoy). Namun, setelah dicek, dokumen tersebut telah mati atau kadaluwarsa sejak tahun 2022. Penggunaan izin “expired” ini diduga sengaja dilakukan untuk mengelabui petugas dan masyarakat di lapangan.

Aktivitas perdagangan limbah thinner tanpa izin yang sah bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan masuk ke ranah pidana lingkungan hidup. Berdasarkan aturan yang berlaku, berikut adalah pasal-pasal yang dapat menjerat pelaku:

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup: Sebagaimana telah diubah dalam UU No. 6 Tahun 2023 (UU Cipta Kerja), Pasal 102 menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin dapat dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, serta denda hingga Rp3 miliar.

Pasal 109 UU No. 32 Tahun 2009: Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp3 miliar.

PP No. 22 Tahun 2021: Mengatur secara spesifik bahwa pengelolaan limbah B3 (termasuk thinner sebagai bahan mudah terbakar) wajib memiliki persetujuan teknis dan izin operasional yang masih berlaku untuk menjamin standar keamanan lingkungan.

Penjualan limbah thinner secara ilegal di kawasan padat penduduk seperti Tambak Lorok sangat berisiko tinggi. Thinner merupakan zat yang sangat mudah terbakar dan uapnya berbahaya jika terhirup terus-menerus oleh warga sekitar. Selain itu, kebocoran limbah ke area tambak dapat merusak ekosistem laut Semarang Utara.

“Menunjukkan izin yang sudah mati empat tahun lalu bukan hanya bentuk kelalaian, tapi diduga ada unsur kesengajaan untuk menabrak aturan.

Penegak hukum harus segera bertindak sebelum terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat,” ungkap seorang praktisi hukum lingkungan saat dimintai tanggapan.

Warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang dan Satpol PP untuk segera menyegel lokasi usaha tersebut jika terbukti tidak mampu menunjukkan izin terbaru yang sah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kecamatan belum memberikan keterangan resmi terkait pencatutan nama mantan pejabat dalam dokumen kadaluwarsa tersebut.

Topik: Hukum & Kriminalitas Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti
Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Mall 23 POJ City Semarang Tempuh Jalur Hukum
Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat
Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?
Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya
Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Wanita Muda di Semarang Diduga Dianiaya di Rumah Sendiri, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Polsek Jepara Kota Diduga Lakukan Pembiaran dan Abaikan Aduan Masyarakat Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Pertalite
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Mall 23 POJ City Semarang Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:30 WIB

Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:13 WIB

Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru