SEMARANG, JAWA TENGAH — Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Jawa Tengah mengecam dugaan aksi promosi produk Newport yang diproduksi oleh PT. Orang Tua Group, yang dalam video dan pemberitaan yang beredar di media sosial dikaitkan dengan tantangan membaca atau menghafal ayat Al-Qur’an untuk mendapatkan minuman secara gratis.
SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah menilai, apabila informasi dan video tersebut benar menggambarkan kegiatan promosi yang dimaksud, penggunaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari gimmick pemasaran produk minuman beralkohol merupakan tindakan yang tidak pantas, sensitif terhadap nilai-nilai keagamaan, dan berpotensi melukai perasaan umat Islam.
Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Bagus Pujianto Raharjo, S.H., menyampaikan keprihatinannya terhadap dugaan kegiatan tersebut.
“Kami mengecam keras apabila benar terdapat kegiatan yang menjadikan ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari gimmick promosi minuman keras. Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang harus ditempatkan secara terhormat, bukan dijadikan alat permainan atau tantangan promosi,” tegas Bagus.
Menurut Bagus, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai strategi pemasaran sebuah produk, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap nilai agama dan norma sosial yang hidup di tengah masyarakat.
Ia meminta PT. Orang Tua Group selaku pihak yang disebut sebagai produsen Newport, maupun pihak yang diduga menyelenggarakan kegiatan tersebut, memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai konteks video, penyelenggara kegiatan, serta tujuan penggunaan hafalan atau bacaan Al-Qur’an dalam aktivitas promosi tersebut.
“Kami meminta klarifikasi yang transparan dan bertanggung jawab. Jangan sampai atas nama kreativitas pemasaran, simbol dan ayat suci agama justru dijadikan bahan promosi tanpa mempertimbangkan sensitivitas dan penghormatan terhadap umat beragama,” ujarnya.
SAPMA PP Jateng Dorong Evaluasi dan Pengawasan
Sementara itu, Ketua Bidang Hukum SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Kriesna Manunggaling Jati, S.H., mengatakan pihaknya akan melihat persoalan tersebut secara objektif berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.
“Kami menghormati proses hukum dan tidak ingin mengambil kesimpulan secara serampangan. Namun apabila benar terdapat kegiatan yang menggunakan hafalan atau bacaan Al-Qur’an sebagai sarana mendapatkan minuman keras, hal tersebut patut dipertanyakan secara serius dari aspek kepatutan, etika promosi, penghormatan terhadap nilai keagamaan, serta ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kriesna.
Kriesna mendorong aparat dan instansi terkait melakukan penelusuran secara proporsional terhadap kegiatan yang menjadi sorotan tersebut.
Apabila hasil penelusuran menemukan adanya dugaan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, menurutnya, persoalan tersebut harus ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang sesuai.
SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah juga mengingatkan PT. Orang Tua Group dan seluruh pelaku usaha agar menjalankan kegiatan pemasaran secara bertanggung jawab. Kreativitas promosi, menurut SAPMA, tetap harus memperhatikan norma agama, etika sosial, serta ketentuan hukum yang berlaku.
SAPMA PP Jateng menegaskan sikap tersebut bukan untuk memicu konflik antarumat beragama maupun melakukan tindakan di luar koridor hukum.
“Kami tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi konflik horizontal. Namun kami juga tidak boleh diam apabila simbol dan ayat suci agama berpotensi digunakan secara tidak semestinya. Kami meminta semua pihak menghormati kesucian Al-Qur’an dan bersama-sama menjaga kondusivitas masyarakat,” pungkas Bagus.
SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah menyatakan akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut dan mendorong PT. Orang Tua Group maupun pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











