Akses Media Diblokir: Pelarangan Liputan Diduga Dilakukan Protokol Gubernur Ahmad Luthfi

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN – Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan di Aula Pemkab Pekalongan, Senin (9/3/2026) siang, diwarnai aksi protes keras dari puluhan awak media. Hal ini dipicu oleh tindakan oknum yang diduga dari Protokol Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang melarang jurnalis masuk untuk meliput jalannya acara.

Penutupan akses ini memicu kegeraman para insan pers yang telah hadir sesuai jadwal. Suasana sempat memanas di depan pintu aula saat petugas protokol tetap bersikeras menghalangi jurnalis, meski mereka telah menunjukkan identitas resmi.

Kekecewaan jurnalis memuncak karena pembatasan akses ini dianggap tidak wajar untuk agenda pemerintahan yang seharusnya bersifat publik. Muncul dugaan kuat bahwa ada hal krusial yang sengaja dijauhkan dari pantauan media terkait isu sensitif yang sedang berkembang.

“Ini kasus korupsi. Seharusnya transparan. Apa sebenarnya yang kalian sembunyikan sehingga kami tidak boleh masuk?” ujar salah satu wartawan dengan nada kecewa di depan pintu aula Setda Kabupaten Pekalongan.

Sebagai bentuk protes keras dan kekecewaan mendalam terhadap tindakan protokol, sejumlah wartawan secara serentak melepas kartu identitas pers (ID Card) mereka dan meletakkannya di atas keset lantai tepat di depan pintu utama aula.

Aksi simbolis ini dilakukan sebagai pesan bahwa martabat profesi jurnalis sedang diinjak-injak oleh birokrasi yang abai terhadap aturan hukum. Tindakan penghalangan ini dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap Pasal 18 ayat (1) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menyatakan bahwa siapa saja yang sengaja menghambat atau menghalangi tugas pers dapat dipidana penjara maksimal 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Kontradiksi muncul saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan klarifikasi usai acara. Gubernur menegaskan bahwa dirinya secara pribadi tidak pernah mengeluarkan instruksi untuk menutup akses bagi media.

“Saya datang langsung masuk untuk memberikan pengarahan, dan saya tidak ada melarang-larang (liputan). Terkait teknis pengaturan di lapangan, yang bertanggung jawab adalah pihak penyelenggara,” tegas Luthfi di hadapan awak media sebelum meninggalkan lokasi.

Pernyataan Gubernur yang menegaskan tidak adanya larangan dari dirinya justru menyudutkan pihak Protokol di lapangan. Insiden ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan serius dalam manajemen komunikasi publik di lingkungan provinsi.

Poin-poin kritis dalam insiden ini meliputi :

Dugaan Penutupan Informasi: Pengaitan dengan isu korupsi oleh awak media menunjukkan adanya kepentingan publik besar yang sedang dikawal, namun justru dihambat oleh pihak teknis di lapangan.

Pelanggaran Hukum Pers: Alasan teknis protokoler tidak dapat menggugurkan kewajiban hukum untuk menghormati kebebasan pers sesuai undang-undang yang berlaku.

Evaluasi Total: Kejadian di Pekalongan ini menjadi catatan hitam bagi hubungan kemitraan antara pemerintah dan pers di Jawa Tengah.

 

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solar Subsidi Nelayan Diduga Jadi Ladang Mafia, SPDN Buko Wedung Disorot: Nama Rege dan Safi’i Mencuat
Kecelakaan di Wisata The Full Nglimut, Tiga Pengunjung Terluka dan Tanggung Jawab Pengelola Dipertanyakan
Ramalan Zodiak September 2026: Karier, Keuangan, Kesehatan dan Asmara 12 Zodiak
Dugaan Perjalanan Dinas DLH Semarang ke Bali Disorot, Inspektorat Diminta Buka Hasil Pemeriksaan
Deklarasi Ormas SAMBARA: Wadah Advokasi Rakyat yang Berintegritas dan Berwawasan Hukum
SAPMA CAMP Pemuda Pancasila, Siap Cetak Pemuda Tangguh dan Berkarakter
YFAR Somasi Wali Kota Semarang soal Pakuwon Mall Gombel, Penutupan Jalan Ikut Disorot
Dugaan Pungli Bantuan Beras CPP di Wareng Disorot, Pemkab Purworejo Didesak Turun Tangan
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Solar Subsidi Nelayan Diduga Jadi Ladang Mafia, SPDN Buko Wedung Disorot: Nama Rege dan Safi’i Mencuat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Kecelakaan di Wisata The Full Nglimut, Tiga Pengunjung Terluka dan Tanggung Jawab Pengelola Dipertanyakan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Ramalan Zodiak September 2026: Karier, Keuangan, Kesehatan dan Asmara 12 Zodiak

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Dugaan Perjalanan Dinas DLH Semarang ke Bali Disorot, Inspektorat Diminta Buka Hasil Pemeriksaan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Deklarasi Ormas SAMBARA: Wadah Advokasi Rakyat yang Berintegritas dan Berwawasan Hukum

Berita Terbaru