MAGELANG – Kodim 0705/Magelang memberikan klarifikasi tegas terkait isu intimidasi terhadap warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, yang sempat viral di media sosial. Pihak TNI menyatakan bahwa kehadiran personel di lapangan murni untuk menjalankan fungsi pengamanan wilayah, bukan untuk menekan warga yang menolak aktivitas tambang.
Bantahan tersebut disampaikan oleh Pejabat Staf Intelijen Kodim 0705/Magelang, Kapten Arm Ridwan Kamal, pada Senin (2/3/2026). Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai adanya tekanan fisik maupun psikis terhadap warga adalah tidak benar.
Menurut Kapten Arm Ridwan Kamal, kehadiran aparat intelijen di lokasi tersebut bertujuan untuk memantau situasi terkini dan memastikan stabilitas keamanan di Desa Sambeng tetap terjaga.
Pengecekan Lapangan: Petugas turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi tanah dan dinamika yang berkembang di masyarakat.
Pengumpulan Informasi: Langkah ini diambil untuk memahami akar permasalahan dan alasan di balik penolakan warga terhadap rencana penambangan.
Pendekatan Persuasif: Ridwan menekankan bahwa koordinasi dilakukan secara humanis tanpa ada unsur paksaan.
“Kami datang ke sana hanya untuk mengecek situasi, terutama terkait kondisi tanah di lokasi tersebut. Kami ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan alasan penolakan warga. Tidak ada intimidasi yang dilakukan oleh anggota,” tegas Ridwan saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, pihak Kodim 0705/Magelang memastikan bahwa jajarannya tetap menjaga netralitas. TNI tidak berdiri di pihak perusahaan tambang maupun kelompok warga tertentu dalam polemik ini.
“Semua dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman dan terkendali. Aparat intelijen tidak berpihak kepada siapapun, kegiatan kami selalu mengedepankan pendekatan persuasif sesuai fungsi pengamanan wilayah,” pungkasnya.
Polemik di Desa Sambeng ini bermula dari rencana penambangan tanah urug di wilayah tersebut. Sebagian warga menyatakan keberatan lantaran lokasi rencana tambang hanya berjarak sekitar lima kilometer dari kawasan strategis nasional Candi Borobudur, yang dikhawatirkan dapat berdampak pada lingkungan sekitar.
Penulis : Vio Sari
Editor : Redaksi











