BOYOLALI, 30 Januari 2026 – Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang berujung maut terjadi di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali pada Kamis (29/1/2026). Seorang bocah berusia 5 tahun berinisial AO ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara ibunya, Daryanti (29), harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka.
Kejadian yang menggegerkan warga Dukuh Pengkol ini terjadi sekitar pukul 15.45 WIB. Pihak kepolisian yang menerima laporan segera menerjunkan tim gabungan dari Polsek Karanggede dan Polres Boyolali untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Ya hari ini tadi sekitar pukul 15.45 WIB, telah terjadi pencurian dengan kekerasan. Korban ada dua, satu anak-anak meninggal dunia di TKP, sedangkan ibu kandungnya sekarang dirawat di rumah sakit,” kata Kapolsek Karanggede AKP Suramto Widodo saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Guna kepentingan penyelidikan, jasad korban AO telah dievakuasi ke RSUD Dr. Moewardi Solo untuk diautopsi. Di sekitar rumah korban, polisi telah memasang garis kuning agar area tetap steril selama penyelidikan berlangsung.
Tak butuh waktu lama bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus ini. Kurang dari 24 jam, tim Satreskrim Polres Boyolali bersama Jatanras Polda Jateng berhasil meringkus pelaku di wilayah Kudus pada Jumat (30/1/2026) subuh.
Pelaku diketahui bernama Agus Ratmono, yang tak lain adalah tetangga korban sendiri. Berdasarkan pemeriksaan sementara, Agus mengakui bahwa dirinya mendatangi rumah Daryanti dengan dalih ingin membayar utang sebelum akhirnya melancarkan aksi kejinya.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang cukup besar terhadap kasus ini. Ratusan masyarakat tampak memadati bagian luar pagar rumah korban untuk menyaksikan jalannya proses penyelidikan polisi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif lebih lanjut serta barang bukti apa saja yang diambil oleh pelaku dalam aksi perampokan sadis tersebut. Pelaku kini terancam hukuman berat atas dugaan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Penulis : Dian S
Editor : Redaksi











