Jalan Umum Serasa Kubangan Lumpur: Warga Jatirejo Sebut Jalur Distribusi Tambang Mirip Lintasan Offroad

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KENDAL, 28 Januari 2026 — Penderitaan warga Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, akibat aktivitas tambang Galian C mencapai titik jenuh. Kondisi jalan umum yang kini beralih fungsi menjadi jalur distribusi kendaraan berat milik PT Fara Mukti Perkasa dan PT Bersama Abadi Sakti dilaporkan semakin tidak manusiawi.

Salah seorang warga berinisial R mengungkapkan kekesalannya terhadap kerusakan infrastruktur yang seolah dibiarkan tanpa penanganan serius. Ia menegaskan bahwa fungsi asli jalan tersebut adalah untuk mobilitas masyarakat, bukan sirkuit kendaraan tambang.

“Ini jalanan umum bukan jalan tambang. Pas saat ini penghujan, jalan serasa offroad dan seperti kubangan lumpur,” ujar R dengan nada kecewa.

Ia juga menambahkan bahwa penderitaan warga bersifat musiman namun terus menerus:

Saat Musim Kemarau Debu dari material galian berterbangan masuk ke pemukiman dan menyebabkan sesak napas bagi warga, terutama anak-anak dan lansia.

Saat musim penghujan Jalanan berubah menjadi licin dan dipenuhi lumpur pekat, menciptakan risiko kecelakaan yang tinggi bagi pengendara motor.

Meskipun perwakilan warga telah melakukan audiensi dengan jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Kendal, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan infrastruktur yang nyata. Hal ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai transparansi penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Kami hanya ingin kembali hidup damai di tanah kelahiran kami sendiri,” tulis tuntutan warga yang merasa suara hatinya telah tertimbun oleh debu dan lumpur galian.

Masyarakat Jatirejo kini tidak lagi membutuhkan janji atau sekadar pertemuan formal. Mereka menuntut:

Perusahaan wajib membangun atau menyediakan jalur khusus tambang agar tidak merusak jalan umum.

PT Fara Mukti Perkasa dan PT Bersama Abadi Sakti harus segera melakukan pengaspalan ulang secara permanen, bukan sekadar penambalan sementara.

DPRD dan Pemkab Kendal harus turun ke lapangan untuk memastikan perusahaan tidak hanya mengeruk keuntungan, tetapi juga menjaga lingkungan dan infrastruktur desa.

Negara dan aparat penegak hukum diminta untuk segera bertindak sebelum jatuh korban jiwa akibat kondisi jalan yang menyerupai kubangan lumpur tersebut.

Penulis : Hendra

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Warga Jatirejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur
407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot
TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang
Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi
Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan
Kangen Band Mendadak Dinyatakan Bubar, Dodhy Singgung Kezaliman Internal, Andika Mengaku Bingung
SPBN Bulu Jepara Disorot Nelayan, Penyaluran Solar Subsidi Diduga Dimonopoli Mafia BBM
Sidang Gardu Induk Jepara Memanas, Majelis Hakim Pertanyakan Data PLN dan Status Tanah
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 07:49 WIB

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur

Selasa, 22 September 2026 - 02:24 WIB

407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot

Senin, 21 September 2026 - 10:44 WIB

TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang

Sabtu, 19 September 2026 - 07:23 WIB

Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi

Sabtu, 19 September 2026 - 02:40 WIB

Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan

Berita Terbaru