Mencuat Dugaan “Mafia Perizinan” Minimarket di Semarang, RPK RI Cium Keterlibatan Oknum Pejabat Sebagai Aktor Utama

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KAB SEMARANG 2 Januari 2026 – Isu mengenai menjamurnya minimarket dengan papan nama (plang) fiktif atau tanpa identitas di Kabupaten Semarang kini tengah mencuat ke permukaan. Lembaga Rakyat Pemberantas Korupsi Republik Indonesia (RPK RI) mensinyalir adanya keterlibatan oknum di jajaran Pemerintah Kabupaten Semarang yang diduga kuat menjadi aktor intelektual di balik manipulasi perizinan dan pajak tersebut.

Temuan ini sangat mencolok di wilayah Kecamatan Bringin, di mana sejumlah minimarket beroperasi dengan bebas meskipun identitas perusahaannya tidak sinkron dengan dokumen resmi yang terdaftar di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Ketua RPK RI, Susilo H. Prasetya, menegaskan bahwa fenomena penggunaan plang nama yang tidak sesuai atau tanpa nama ini merupakan modus terorganisir. Ia menduga praktik ini sengaja dirancang untuk menghindari kewajiban pajak reklame serta memanipulasi izin operasional.

“Masalah ini mencuat bukan tanpa alasan. Kami menduga ada oknum dari pemerintahan Kabupaten Semarang yang menjadi aktor utama dalam manipulasi ini. Mereka diduga memberikan jaminan keamanan bagi pengusaha untuk menabrak aturan perizinan dan pajak demi keuntungan pribadi atau kelompok,” tegas Susilo dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).

Mengingat adanya dugaan kuat penyalahgunaan wewenang dan jabatan, RPK RI menyatakan akan segera membawa bukti-bukti temuan lapangan ini ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jika melibatkan orang dalam pemerintahan, maka ini adalah ranah korupsi. RPK RI mendesak KPK untuk menyelidiki dugaan gratifikasi di balik perizinan minimarket di Kabupaten Semarang. BPK juga harus segera mengaudit potensi kerugian pendapatan daerah akibat manipulasi pajak reklame dan izin ini,” tambahnya.

Para aktor yang terlibat dalam praktik ini dapat dijerat dengan sejumlah regulasi tindak pidana korupsi dan pelanggaran hukum negara, di antaranya:

* UU No. 20 Tahun 2001 (Tipikor) Pasal 3: Terkait penyalahgunaan wewenang, kesempatan, atau sarana yang ada karena jabatan untuk memperkaya diri sendiri atau korporasi.

* Pasal 12 huruf (e) UU Tipikor: Mengenai pemerasan atau penyalahgunaan kekuasaan oleh penyelenggara negara dalam menjalankan tugasnya.

* UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah: Terkait pemalsuan atau manipulasi data yang mengakibatkan kerugian Pendapatan Asli Daerah (PAD).

* Pasal 421 KUHP: Tentang seorang pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan untuk melakukan tindakan melawan hukum.

RPK RI memperingatkan DPMPTSP Kabupaten Semarang untuk segera melakukan penertiban secara transparan. “Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Siapa pun aktor di dalam birokrasi yang bermain mata dengan pengusaha minimarket nakal harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” pungkas Susilo.

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MBG di PAUD Cinta Bangsa Mijen Diduga Basi, Menjadi Sorotan Orang Tua Murid
Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur
407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot
TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang
Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi
Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan
Kangen Band Mendadak Dinyatakan Bubar, Dodhy Singgung Kezaliman Internal, Andika Mengaku Bingung
SPBN Bulu Jepara Disorot Nelayan, Penyaluran Solar Subsidi Diduga Dimonopoli Mafia BBM
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 07:27 WIB

MBG di PAUD Cinta Bangsa Mijen Diduga Basi, Menjadi Sorotan Orang Tua Murid

Selasa, 22 September 2026 - 07:49 WIB

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur

Selasa, 22 September 2026 - 02:24 WIB

407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot

Senin, 21 September 2026 - 10:44 WIB

TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang

Sabtu, 19 September 2026 - 07:23 WIB

Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi

Berita Terbaru