Dermaga Seafood: Menjadi Andalan Terlezat Khas Cilacap di Eksotisnya Pantai Jetis

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 04:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP – Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang dikenal dengan ikonnya Pulau Nusakambangan, kini makin memikat wisatawan berkat puluhan destinasi wisatanya, salah satunya adalah Pantai Jetis di Kecamatan Nusawungu.

Tak hanya menyajikan panorama laut yang indah, kawasan ini juga menjadi pusat kuliner seafood yang legendaris, dengan Rumah Makan (RM) Dermaga Seafood 1 dan 2 sebagai andalannya.

Destinasi Kuliner dengan Pemandangan Memukau
Berlokasi di Desa Jetis, Nusawungu, RM Dermaga Seafood 1 dan 2 menjadi magnet bagi para penggemar kuliner laut. Rumah makan ini dimiliki dan dikelola oleh pasangan serasi H. Muharno, S.E. dan Samini, yang telah mengelolanya selama dua tahun dan kini telah mempekerjakan puluhan karyawan berpengalaman.

Saat diwawancarai oleh tim Informasiterkini1.com, H. Muharno menjelaskan keunikan lokasi kedua restorannya:

Dermaga Seafood 1 terletak di pinggir dermaga, menawarkan pemandangan langsung lembah pegunungan yang hijau, aktivitas nelayan yang beraksi dengan perahu, serta perahu wisata yang melaju.

Dermaga Seafood 2 berada berdekatan dengan pasar tradisional pelelangan ikan, memastikan bahan baku yang disajikan selalu fresh.
Kelezatan masakan, keramahan pelayanan, serta lokasi yang memanjakan mata membuat wisatawan kuliner merasa betah dan puas. Untuk pengunjung rombongan, RM Dermaga Seafood juga menyediakan ruang meeting khusus ber-AC.
Pengembangan Wisata Terintegrasi: Home Stay dan Paket “Sehari di Pantai, Semalam di Kampung”
H. Muharno, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Jetis dan Ketua Desa Wisata Kabupaten Cilacap, tidak hanya mengelola rumah makan. Ia juga merupakan pemilik Home Stay Green Sea yang berlokasi tak jauh dari restorannya.

Dalam rangka memajukan pariwisata lokal, H. Muharno merancang paket wisata andalan bertajuk “Sehari di Pantai, Semalam di Kampung”. Paket ini sangat terintegrasi, meliputi:
* Tiket masuk wisata.
* Layanan mobil shuttle.
* Perahu wisata dan Tour Guide lokal.

* Akomodasi menginap di Home Stay Green Sea (dengan fasilitas lengkap: parkir luas, pondok bambu, kamar ber-AC).
* Makan pagi, siang, dan malam.
* Kunjungan ke 5 Destinasi Wisata Jetis (Pantai Congot, Pantai Bungso, Pantai Cemara Sewu, Pulau Momongan, dan Wisata Religi Panembahan Suranegara Ki Asem Mertangga).

H. Muharno juga menyediakan penawaran harga khusus untuk paket ini:
* Paket 2 Orang: Rp 445.000 (dari tarif normal Rp 496.000)
* Paket 4 Orang: Rp 840.000 (dari tarif normal Rp 992.000)
* Paket 6 Orang: Rp 1.285.000 (dari tarif normal Rp 1.488.000)
* Paket 8 Orang: Rp 1.730.000 (dari tarif normal Rp 1.984.000)

Di balik kesuksesan ini, sang istri, Samini, berbagi kisah menarik. Ia menuturkan bahwa gagasan H. Muharno untuk menyulap lahan di Pantai Jetis yang awalnya kotor, penuh sampah, dan kumuh menjadi tempat wisata sempat dicap ‘gila’ oleh masyarakat.

“Dulu itu Bapak Muharno dengan PD-nya menggagas lahan di Pantai Jetis yang penuh sampah dan buat memelihara kerbau ini akan dijadikan tempat wisata,” kenang Samini sambil tertawa.

Namun, berkat kegigihan dan visi H. Muharno, lahan yang dulunya tumpukan sampah kini menjadi kawasan wisata kuliner, salah satunya adalah RM Dermaga Seafood 1. Visi yang dulunya dianggap “gila” kini menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

“Kami terus maju untuk menciptakan ide serta inovasi baru, demi lingkungan sekitar, agar semua bisa bekerja,” tutup H. Muharno, menunjukkan komitmennya sebagai pengembang wisata dan pemimpin desa.

Penulis : Dewi Suharningsih

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti
Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Mall 23 POJ City Semarang Tempuh Jalur Hukum
Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat
Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?
Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya
Oknum Polisi Perbantuan di KPK Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Wanita Muda di Semarang Diduga Dianiaya di Rumah Sendiri, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Polsek Jepara Kota Diduga Lakukan Pembiaran dan Abaikan Aduan Masyarakat Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Pertalite
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Disorot Warga, Hasil Uji DLH Dinanti

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Mall 23 POJ City Semarang Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Lapas Kelas I Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Paket, Pengamanan Langsung Diperketat

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:30 WIB

Rumah dan Kamar Berantakan Menurut Feng Shui: Benarkah Bisa Menghambat Rezeki dan Keharmonisan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:13 WIB

Calon Taruna Asal Papua Barat Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru