JEPARA, 12 Januari 2026 – Kepolisian Resor (Polres) Jepara menunjukkan sisi humanis dalam penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara. Tidak hanya fokus pada evakuasi, Polres Jepara juga menerjunkan personel Polwan untuk mengelola dapur umum bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor.

Para personel Polwan tersebut disiagakan di posko logistik untuk membantu proses memasak hingga mendistribusikan makanan siap santap. Fokus utama distribusi dilakukan ke wilayah yang terdampak cukup parah, seperti Desa Tempur (Kecamatan Keling) dan Desa Sumberejo (Kecamatan Donorojo).
Kapolres Jepara, AKBP Erick Budi Santoso, melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna, menjelaskan bahwa pengerahan Polwan ini merupakan bagian dari upaya maksimal Polri dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
“Kita pastikan semua kebutuhan penunjang bagi para warga terdampak bisa terpenuhi. Oleh sebab itu, kita libatkan juga personel Polwan untuk membantu,” ujar AKP Dwi Prayitna, Minggu (11/1/2026).
Mengingat akses menuju Desa Tempur sempat terputus akibat material longsor, BPBD Jepara bersama Polres mendirikan dapur umum dan posko terpadu di Desa Damarwulan. Posko ini berfungsi sebagai pusat kendali respons darurat sekaligus dapur mandiri.
Beberapa poin penting dalam penanganan ini meliputi:
* Target Distribusi: Minimal 100 bungkus makanan disediakan untuk setiap sesi makan bagi warga di Desa Tempur dan Sumberejo.
* Fasilitas Pendukung: Satu unit truk tangki air disiagakan di Sumberejo untuk membantu warga membersihkan lumpur sisa banjir.
* Personel Cadangan: Selain Polwan, Polres Jepara juga menyiagakan Pleton Siaga Bhayangkara (Pasukan Siaga Bencana) untuk mempercepat proses evakuasi.
Kehadiran Polri sebagai Bentuk Tanggung Jawab
Kehadiran Polri di tengah situasi darurat ini bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), melainkan juga bentuk kehadiran negara dalam meringankan beban warga.
“Kami hadir bukan hanya menjaga Kamtibmas, tetapi memastikan warga bisa kembali beraktivitas dengan aman setelah bencana,” tutup AKP Dwi.
Berkat sinergi antara kepolisian, BPBD, dan relawan, distribusi bantuan pangan diharapkan dapat berjalan lancar meskipun terkendala akses geografis yang menantang.
Penulis : Vio sari
Editor : Redaksi











