WONOSOBO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi agenda strategis nasional yang mulai dirasakan manfaatnya di daerah. Di Kabupaten Wonosobo, implementasi program ini terus diperkuat untuk memastikan pemenuhan nutrisi anak sekolah dan ibu hamil sesuai dengan amanat UUD 1945 terkait hak kesehatan dan pendidikan.
Dalam diskusi mendalam di Temu Kamu Caffe, Koordinator Wilayah Kabupaten Wonosobo, Satika Mahda, menjelaskan bahwa hingga saat ini telah beroperasi sebanyak 78 dapur MBG di seluruh wilayah Wonosobo. Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah hingga melampaui 100 dapur guna menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Namun, Satika menegaskan bahwa proses pendirian dapur tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap unit harus melewati pengawasan ketat dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Legalitas: Wajib memiliki yayasan yang sah secara hukum.
Lokasi & SOP: Tempat produksi harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN.
Ketentuan Unit: Setiap yayasan maksimal diperbolehkan mengelola 10 dapur MBG dengan syarat memiliki kesiapan modal yang cukup.
Program ini dirancang secara spesifik dengan membagi kategori porsi berdasarkan kebutuhan usia dan kondisi fisik penerima manfaat:
Porsi Besar (Rp10.000): Dialokasikan untuk siswa kelas 4 SD hingga jenjang SMA, serta bagi ibu hamil.
Porsi Kecil (Rp8.000): Dialokasikan untuk anak-anak TK, balita, serta siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD.
Langkah ini diambil sebagai langkah konkret pemerintah dalam menekan angka stunting dan memastikan daya tahan tubuh serta perkembangan otak anak-anak di Wonosobo berjalan Lancar.
Satika Mahda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawal jalannya program ini. Ia membuka pintu bagi masyarakat yang ingin melaporkan adanya dugaan pelanggaran atau ketidaksesuaian SOP di lapangan.
“Masyarakat dipersilakan melapor jika menemukan ketidaksesuaian, namun harus disertai bukti yang kuat agar kami bisa segera menindaklanjutinya,” tegas Satika.
Pihak Koordinator Wilayah juga menyatakan keterbukaannya terhadap media dan publik yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Program MBG, baik melalui pertemuan langsung maupun saluran komunikasi WhatsApp.
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











