Yayasan Kedhaton Mataram Agung Resmi Berdiri di Semarang, Siap Jadi Wadah Budaya Nusantara

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG — Yayasan Budaya Kedhaton Mataram Agung (KMA) resmi berdiri di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kehadiran yayasan ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemerhati, pegiat, pelaku seni, serta tokoh lintas budaya untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Nusantara.

Kota Semarang yang dikenal sebagai kota majemuk dengan kehidupan masyarakat yang menjunjung toleransi budaya maupun keyakinan dinilai menjadi tempat yang tepat bagi lahirnya yayasan yang bergerak di bidang kebudayaan tersebut.

Yayasan Kedhaton Mataram Agung didirikan oleh sejumlah pemerhati budaya yang telah lama berkecimpung dalam pelestarian budaya Jawa Tengah dan Nusantara. Para pendiri disebut memiliki pengalaman puluhan tahun dalam berbagai kegiatan seni dan kebudayaan.

Salah satu pendiri disebut merupakan putra dalem SISKS PB XII Keraton Surakarta yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pemerhati budaya Jawa. Dalam menjalankan yayasan tersebut, ia didukung sejumlah pemerhati budaya Kota Semarang.

Adapun nama-nama yang tercantum dalam akta pendirian yayasan antara lain R.A. Ambarwati Kencono Wungu, R.M. Miko Alfian Yulianto, KRT. Kokok Wahyudi, SH, R.T. Hendarto Widi Utomo, SE, Pujianto, Sutarno, Bambang Rochmani, Oke Dwi Astuti, dan Farell Maynard Simanjuntak.

R.M. Miko Alfian Yulianto menilai keberadaan Yayasan Kedhaton Mataram Agung di Kota Semarang memiliki arti penting karena kota tersebut merupakan salah satu pusat kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya yang beragam.

“Mengingat budaya Kota Semarang sangat majemuk dan penuh toleransi, sangat layak jika yayasan budaya ini berdiri di pusat ibu kota Provinsi Jawa Tengah,” tegas Alfian.

Sementara itu, R.A. Ambarwati Kencono Wungu berharap Yayasan Kedhaton Mataram Agung dapat berkembang menjadi wadah pemersatu para pelaku dan pemerhati budaya, tidak hanya di Jawa Tengah tetapi juga di berbagai wilayah Nusantara.

“Harapan kami, kebudayaan Jawa yang dipelopori oleh Yayasan Kedhaton Mataram Agung dapat menjadi wadah pemersatu budaya se-Nusantara pada umumnya dan Jawa Tengah pada khususnya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendiri yang telah bersama-sama berkontribusi dalam perjalanan kebudayaan Nusantara hingga yayasan tersebut resmi terbentuk.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, Yayasan Kedhaton Mataram Agung resmi terbentuk pada Selasa, 11 Agustus 2026, dengan nomor AHU-0017765.AH.01.04 Tahun 2026 dan berkedudukan di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sekretaris Jenderal Yayasan Kedhaton Mataram Agung, R.T. Hendarto Widi Utomo, SE, menegaskan bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dari jati diri bangsa yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, seluruh insan budaya juga harus tetap menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kebudayaan adalah jati diri bangsa yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila,” jelas Hendarto.

Ia mengajak seluruh insan budaya untuk menjaga suasana yang kondusif, membangun persaudaraan, serta mempererat tali silaturahmi di antara para pelaku budaya.

“Mari kita saling bergandengan tangan dalam menjaga tali silaturahmi dan rasa persaudaraan sesama insan budaya yang lahir di Nusantara,” katanya.

Momentum berdirinya Yayasan Kedhaton Mataram Agung yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi pengurus untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Semoga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat dan semakin jaya dengan mengangkat budaya asli bangsa ini,” pungkasnya.

Penulis : Widi

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswi UNTAG Semarang Krista Vebria Wakili Jawa Tengah di Miss Indonesia 2026
Parkiran Rumah Sakit Jadi Sasaran? Aksi DC “Gosok Noken” di RSWN Semarang Terekam Kamera!
Kombes Pol Erlin Tang Jaya Ditunjuk Jadi Kapolrestabes Semarang, Pimpinan Redaksi Trending Jateng Sampaikan Selamat Datang
Ironi Pendidikan di Grobogan! SDN Pojok Kecil Terisolasi di Tengah Hutan, Jalan Rusak, Internet Lumpuh, Guru Minim
VIRAL!! PERMINTAAN UANG DI POLRES PEKALONGAN KABUPATEN MENJADI PERHATIAN PUBLIK, ADA APA SEBENARNYA?
Diduga Cekik Istri, Pemilik Yayasan Al-Barokah Dilaporkan ke Polda Jateng
SP3 Dipertanyakan, Nomor Wartawan Diduga Diblokir Oleh Penyidik Polda Jateng: Mengapa Ruang Konfirmasi Ditutup?
Empati BBWS Hilang Bersama Nyawa Kedua Korban di Proyek Penanggulangan Pengerukan Sedimentasi BKB
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:55 WIB

Mahasiswi UNTAG Semarang Krista Vebria Wakili Jawa Tengah di Miss Indonesia 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Parkiran Rumah Sakit Jadi Sasaran? Aksi DC “Gosok Noken” di RSWN Semarang Terekam Kamera!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:10 WIB

Kombes Pol Erlin Tang Jaya Ditunjuk Jadi Kapolrestabes Semarang, Pimpinan Redaksi Trending Jateng Sampaikan Selamat Datang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:55 WIB

Ironi Pendidikan di Grobogan! SDN Pojok Kecil Terisolasi di Tengah Hutan, Jalan Rusak, Internet Lumpuh, Guru Minim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:12 WIB

VIRAL!! PERMINTAAN UANG DI POLRES PEKALONGAN KABUPATEN MENJADI PERHATIAN PUBLIK, ADA APA SEBENARNYA?

Berita Terbaru