JATENG — Freestyle Boxing Organization (FBO) Indonesia terus mempertegas eksistensinya sebagai organisasi olahraga yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan jangka panjang. Setelah resmi mengukuhkan kepengurusan pusat, FBO Indonesia kini aktif melakukan gerak cepat dalam memperkuat konsolidasi nasional, dengan Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu basis kekuatan strategis.
Ketua Umum FBO Indonesia, Ferdinand Weimar DJ CH, menegaskan bahwa kehadiran organisasi ini dirancang untuk menjadi wadah pemersatu sekaligus ruang pembinaan bagi generasi muda Indonesia, khususnya di bidang olahraga tinju.
“Harapan kami, dengan hadirnya FBO Indonesia, organisasi ini dapat tumbuh solid dan kuat. Menjadi rumah besar bagi anak bangsa, terutama para atlet dan komunitas olahraga untuk berkembang secara sehat, berprestasi, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas,” ujar Ferdinand Weimar, Senin (22/12/2025).
Sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor di Jawa Tengah, jajaran pimpinan pusat FBO Indonesia melakukan rangkaian silaturahmi dan audiensi dengan sejumlah tokoh kunci di Kota Surakarta. Dalam agenda ini, Ketua Umum didampingi langsung oleh Ketua DPD Jateng FBO Indonesia, Hasan, S.H., beserta jajaran pengurus dan Rombongan melakukan audiensi dengan sejumlah pimpinan unsur TNI-Polri, di antaranya:
* Dandenpom IV/4 Surakarta, Letkol Cpm Rifky Nurachman, S.H.
* Kapolres Surakarta, Kombes Catur Cahyono Wibowo, SIK., MH.
* Danlanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han.
* Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira.
Dalam pertemuan tersebut, Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah FBO Indonesia yang dinilai memiliki peran vital dalam membangun disiplin dan karakter kebangsaan di kalangan atlet muda.
Konsolidasi di Solo ini menjadi momen krusial untuk mematangkan persiapan teknis pertandingan Freestyle Boxing Perebutan Sabuk Ketua Umum FBO Indonesia. Event akbar yang diprediksi akan menyedot perhatian pecinta olahraga tinju ini dijadwalkan digelar pada 25 Januari 2026.
Hasan, S.H., selaku Ketua DPD Jateng, menyatakan kesiapan penuh jajarannya di tingkat regional untuk menjadi tuan rumah yang baik dan memastikan koordinasi antarwilayah berjalan maksimal demi kesuksesan acara tersebut.
Dukungan serupa datang dari Dewan Kehormatan Pelindung FBO Indonesia, H. Arief Prasetyo Adi, S.T., M.T., Ph.D (h.c). Beliau menekankan bahwa ketertiban organisasi adalah kunci utama melahirkan atlet yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berintegritas.
Sejak awal, FBO Indonesia menempatkan diri sebagai payung bagi atlet dan komunitas tinju di seluruh tanah air. Bergabungnya sejumlah tokoh nasional serta atlet senior dari berbagai daerah semakin memperkuat optimisme bahwa FBO akan menjadi motor penggerak prestasi nasional yang nyata.
Dengan semangat profesionalisme, FBO Indonesia kini fokus menatap agenda Januari 2026 sebagai pembuktian awal eksistensi mereka di kancah olahraga nasional melalui gelaran perebutan sabuk bergengsi tersebut.
(Red)
Penulis : Agung
Editor : Redaksi











