Permasalahan Sampah Memuncak, Kades Hoho Alkaf Dorong Hadirnya Mesin Pengolahan di Purwasaba

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARNEGARA — Permasalahan penanganan sampah di Desa Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, semakin mendesak seiring meningkatnya volume buangan dari berbagai wilayah sekitar.

Kondisi ini membuat desa kewalahan karena kapasitas lahan pembuangan tidak sebanding dengan jumlah sampah yang masuk setiap hari.

Kepala Desa Purwasaba, Hoho Alkaf, menyampaikan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setempat sudah tidak lagi menerima sampah dari luar desa. Kebijakan ini diambil karena keterbatasan lahan dan meningkatnya jumlah sampah yang sulit ditangani.

Akibatnya, sampah rumah tangga hingga sampah dari pasar kini menumpuk di wilayah Purwasaba, menimbulkan tekanan bagi warga serta mempengaruhi kebersihan lingkungan sekitar. Situasi ini diperparah oleh minimnya fasilitas pengolahan yang memadai.

Hoho menjelaskan bahwa meski tempat pembuangan sampah berada di atas tanah milik desa, warga dari luar kerap membuang sampah di lokasi tersebut. Banyak dari mereka membuang sampah pada malam atau dini hari untuk menghindari teguran petugas maupun warga.

Selain menumpuk di sekitar permukiman, pembuangan sampah juga merambah ke sungai-sungai di desa. Warga bahkan menemukan sampah seperti kasur, bantal, dan pakaian bekas yang dibuang sembarangan, sehingga mencemari sungai dan memperburuk kualitas air.

Laporan warga juga menyebut adanya aktivitas pembuangan sampah dalam jumlah besar oleh pihak tertentu. Salah satu sumber diduga berasal dari kawasan luar desa yang membuang hingga 15 karung sampah setiap hari, memicu bau tak sedap dan ketegangan antarwarga.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah desa meminta dukungan dari berbagai pihak. Warga berharap adanya pengadaan mesin pengolahan sampah yang mampu memproses sampah organik maupun plastik secara efektif.

Menurut Hoho, keberadaan mesin pemilah dan pencuci plastik dapat mengurangi beban TPA sekaligus membuka peluang kerja bagi warga Purwasaba. Sistem pengolahan modern juga dinilai mampu meningkatkan kualitas lingkungan desa.

“Kalau ada mesin pemilah dan pencuci plastik, satu unit saja bisa mempekerjakan 15 hingga 20 orang. Belum lagi operasional bank sampah keliling yang bisa dikelola warga,” ujarnya, Senin (8/12).

Ia menambahkan bahwa sampah organik dapat diolah menjadi pupuk atau pakan ternak, sedangkan sampah plastik bisa dicuci dan dijual kembali. Selain itu, pengoperasian bank sampah keliling juga berpotensi memberi tambahan pendapatan bagi warga.

Pemerintah disebut telah membuka peluang penganggaran untuk pengadaan mesin pengolahan sampah melalui APBD. Warga menyambut optimistis rencana tersebut, apalagi lahan untuk fasilitas pengolahan sudah disiapkan.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Moch Ichwan, menegaskan bahwa kebutuhan pengolahan sampah di Purwasaba akan ditindaklanjuti. Ia menyebut proses perencanaan untuk tahun 2026 hampir selesai, sehingga kebutuhan desa dapat diusulkan pada perubahan anggaran.

Ia bersama Anggota DPRD Jawa Tengah lainnya, Asfirla Harisanto, telah meninjau langsung lokasi pembuangan sampah di Purwasaba.

  1. Asfirla menilai desa tersebut memiliki potensi besar dan perlu mendapat dukungan nyata agar dapat menjadi percontohan dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan pariwisata.

(*)

Penulis : Agung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur
407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot
TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang
Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi
Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan
Kangen Band Mendadak Dinyatakan Bubar, Dodhy Singgung Kezaliman Internal, Andika Mengaku Bingung
SPBN Bulu Jepara Disorot Nelayan, Penyaluran Solar Subsidi Diduga Dimonopoli Mafia BBM
Sidang Gardu Induk Jepara Memanas, Majelis Hakim Pertanyakan Data PLN dan Status Tanah
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 07:49 WIB

Peduli Akses Warga, PT Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaiki Jalan Kali Pancur

Selasa, 22 September 2026 - 02:24 WIB

407 Ton Solar Diamankan di Laut Semarang, Nama SRDMN dan PPT Mulai Disorot

Senin, 21 September 2026 - 10:44 WIB

TNI AL Amankan SPOB Nurfaiza 03, 407 Ton Solar Diduga Diangkut Tanpa Dokumen di Perairan Semarang

Sabtu, 19 September 2026 - 07:23 WIB

Bau Solar Menyengat Bikin Warga Resah, Rumah di Beringin Ngaliyan Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Subsidi

Sabtu, 19 September 2026 - 02:40 WIB

Negara Jangan Cuma Pandai Berjanji! Aris Sudibyo Soroti Desil Bermasalah, Mawar Kehilangan Hak Pendidikan

Berita Terbaru