SEMARANG – Kasus pembunuhan sadis terhadap anak di bawah umur mengguncang wilayah Genuk, Kota Semarang. Seorang balita perempuan berusia 2 tahun, KL, ditemukan tewas setelah diduga dianiaya secara keji oleh B, yang merupakan kekasih dari ibu korban. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah lahan kosong setelah dilaporkan hilang selama beberapa hari.
Kasus ini mulai terungkap setelah ibu korban, SR (31), memberikan laporan kepada pihak kepolisian di Cirebon yang kemudian diteruskan ke Polsek Genuk. Pada Jumat malam (19/12/2025) pukul 23.45 WIB, unit Reskrim Polsek Genuk bersama Tim Inafis Polrestabes Semarang yang dipimpin AKP Muklisin menindaklanjuti informasi tersebut dengan mendatangi lokasi pembuangan jenazah.
Berdasarkan keterangan saksi, aksi kekejaman terduga pelaku B dimulai sejak awal Desember 2025 di sebuah rumah kos di Jl. Krajansari, Genuk. Terduga pelaku dilaporkan kerap melakukan kekerasan fisik terhadap SR dan anak-anaknya hanya karena masalah sepele.
Puncak kekerasan terjadi pada Jumat (12/12/2025). Korban KL dilaporkan mengalami penganiayaan berat, mulai dari dipukul pada bagian kepala hingga diikat menggunakan sabuk (gesper), lalu dibanting hingga mengalami kejang-kejang. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu dini hari (13/12/2025).
Untuk menutupi perbuatannya, terduga pelaku membungkus jasad balita tersebut dengan beberapa lapis kantong plastik dan kain, kemudian memasukkannya ke dalam tas belanja berwarna biru. Pada Minggu pagi (14/12/2025), jasad tersebut dibuang di sebuah tanah kosong di Jl. Wolter Monginsidi, Kelurahan Banjardowo. Setelah kejadian, terduga pelaku memaksa saksi SR untuk melarikan diri bersamanya hingga ke luar kota dengan menumpang kendaraan logistik.
Tim Inafis Polrestabes Semarang berhasil menemukan tas belanja biru di lokasi yang ditunjukkan. Di dalamnya ditemukan bungkusan yang mengeluarkan bau menyengat, berisi pakaian dan tas punggung yang mengonfirmasi keberadaan jasad korban.
Saat ini, jenazah KL telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap saksi SR dan pengejaran intensif terhadap terduga pelaku B yang saat ini masih buron. (*)
Penulis : Hendra
Editor : Redaksi











